Tak Perlu Menunggu Kiriman Hujan Musiman Untuk Memadamkan Kegelisahan yang Membakar Perasaan, Kita Bisa Menimba Air dengan Tangan

Tak Perlu Menunggu Kiriman Hujan Musiman Untuk Memadamkan Kegelisahan yang Membakar Perasaan, Kita Bisa Menimba Air dengan Tangan

:my future princess

kita akan setia
menjadi cinta yang saling mengunjungi
seperti ombak dan pasir, saling melepaskan dan merindukan bersama desir-desir udara yang cemburu mengganggu.

di ujung hari kita akan kembali lagi
dengan cerita-cerita haru
dengan mengulang senja yang baru dan menggulung matahari ke ujung malam.

(STAR 1020. Banda Aceh, 06012018, 19.47)

Hujan di Malam Tahun Baru

Hujan di Malam Tahun Baru

Semuanya sama saja
Hujan turun, tanah basah, langit kering dan sering berubah warna

Segalanya sama saja; kau dan aku
Hanyalah dua kata yang sedang rindu

Yang berbeda adalah cinta
Sepasang perasaan yang berlainan tapi bisa berkata iya
Pada pertanyaan masa depan yang menantangnya sekarang

(STAR 1019. Banda Aceh, 04012018, 20.28)

Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu

maka aku urung mengatakan cinta itu
ketika rindu mengepung senja, pepohonan murung, dan burung-burung terapung di lanskap kota

mataku menangkap kesedihan yang kau lepaskan dari awan
lalu mengguyur sekujur badanku yang ragu

angin juga menjulurkan dingin pada bibirku
maka aku urung mengatakan cinta itu.

(STAR 1018. Banda Aceh, 04012018, 20.10)

Selamat Mengulang Perasaan pada Tahun Sekian

Selamat Mengulang Perasaan pada Tahun Sekian

Apa yang akan dirayakan puisi ini?

Tahun lalu berganti baru tapi
kata-kata belum selesai merangkai kenangan sebagai ingatan yang utuh, yang tidak rapuh
Dan cinta lama masih bertikai dari tahun-tahun sebelumnya tentang kebenaran perasaan sekarang, tentang kenyataan perasaan seseorang.

Gelegar suara di luar
untuk sekedar mewarnai malam dengan kejutan-kejutan yang agak dipaksakan, yang tidak dirahasiakan.

Percikan bunga api
Letusan petasan di sini
Letupan perasaan di hati

Tak ada yang ingin kurayakan dengan puisi ini
kecuali
pertemuan mata kita di hadapan kata-kata pada malam akhir tahun.

(STAR 1017. HOME, 31122017, 19.12)

DaMar 35

DaMar 35

Apakah kamu masih menyukai rinai hujan?
tak ada yang bisa menahan curahan kata dari persahabatan
meskipun kita berteduh di rumah yang berbeda dan
suara-suara tak bisa menyapa.

Hujan masih bisa memberi kejutan yang berlebihan
kepada matamu yang bercahaya menyalakan kehidupan pertama dia bersama ibunda yang telah menyempurnakan cintanya.

Apa kabarnya penyair yang bertutur kata, yang suka diguyur hujan itu?
dia sedang menyelamatkan rindu yang tenggelam dalam malam
setelah berenang lelah menyebrang lautan perasaan seseorang.

Percayalah
dia juga sedang berbahagia
menunggu perahu yang bermuatan waktu yang akan membawanya berlabuh di suatu dermaga yang biru.

(STAR 1016. Banda Aceh, 28122017, 00.17)

Wahai Perempuan dengan Ribuan Kenangan dan Sejuta Rahasia!

Wahai Perempuan dengan Ribuan Kenangan dan Sejuta Rahasia!

Jika kubawa kata-kata pergi
mengelilingi bumi
Masih bisakah kamu mendengar bunyi puisi yang mengisi kehampaan udara
Yang terkadang bernyanyi merayakan pertemuan kita berdua dalam satu perasaan yang sama?

Kita adalah kata-kata ditakdirkan berpijak pada ranah sajak yang berbeda
untuk memberi ragam warna pada maknanya
agar ada yang bijak memahami arti puisi cinta sebagai untaian kebahagian, bukan sebagai rinai kesedihan tak berkesudahan.

Hujan akan reda
Tapi kenangan akan berbeda
tak berhenti mencurahkan perasaan pada ingatan perempuan yang selalu ramai dengan berbagai andai……

(STAR 1015. Banda Aceh, 26122017, 13.51)

Kutuliskan Kita

Kutuliskan Kita

Kutuliskan nyanyian perasaan; lagu rindu yang terdengar sendu di telinga perempuan-perempuan yang sedang menanti langit hati berubah warna, menjadi nyala merah cinta

Cinta darimu adalah curahan hujan yang tidak sampai menjadi genangan di depan rumahku, hanya membasahkan sebentar.

Kutuliskan juga kenangan yang sudah basah pada mata yang tiada lelahnya menyapa beberapa hal yang akan mudah hilang ketika kita menyimpannya sebagai bagian ingatan

Ingatan padamu adalah sinar rembulan yang kemudian sirna ketika pagi datang menjadi hari yang lebih terang menyembunyikan kegelapan.

(STAR 1014. Banda Aceh, 26122017, 13.45)

Turbulensi Aneh pada Jakarta – Banda Aceh

Turbulensi Aneh pada Jakarta – Banda Aceh

Penyair kita sangat lihai menerbangkan perasaannya bersama pesawat udara,
lewat kata-kata yang melambai-lambai dari luar jendela

Di kursi dua puluh satu D dia bertanya apa,
Apa yang ingin dikatakan kata-kata pada suatu ketinggian yang diguncang kecemasan?
Cinta?

Tapi cinta tidak tepat diucapkan tanpa kepastian.

Penyair kita teringat kepada ibu Kenangan yang berkata jangan
pada Lupa yang mengajaknya ke ketiadaan
karena ada beberapa hal yang harus diwariskan pada anak-anak Perasaan
agar mereka belajar jadi dewasa dan tidak cepat suka pada kata-kata yang dapat membuat luka.

Goncangan pada tubuh udara meluruhkan keinginannya untuk menjauh dari keriuhan bumi,
Ada kehampaan udara atau gumpalan cumolonimbus yang menyapa
dan sekaligus menyentuh ketakutan tanpa berkata apa-apa

Tapi cinta tidak cepat dikatakan, bukan?

(STAR 1013. Banda Aceh, 21092017, 10.46)

Cinta Adalah Hembusan Kehidupan Sehingga Kita Mengenal Kekekalan-Nya dan Kematian Kita

Cinta Adalah Hembusan Kehidupan Sehingga Kita Mengenal Kekekalan-Nya dan Kematian Kita

:my future princess

Cinta adalah kosakata yang sering hilang dari kamus bahasa
Karena sering dipinjam orang untuk memberi definisi pada sesuatu yang ganjil di pikirannya, yang muskil diterjemahkan dengan kata-kata biasa

Orang-orang ramai memakai kata cinta untuk menyatakan perasaannya dengan arti yang berbeda-beda
Sehingga cinta dikembalikan kepada kamus bahasa setelah disempitkan maknanya.

Aku akan mengatakan cinta
pada kamu
Dengan cinta yang sudah menjadi udara
Yang perlu kamu hirup untuk hidup
Yang sudah terbebas dari ikatan bahasa

Maka bernafaslah dengan tenang
Karena cinta bisa dinyatakan dengan terang-terangan

(STAR 1012. Banda Aceh, 27082017, 23.30)