Month: December 2009

CAHAYA

CAHAYA

Biarkan aku jadi cahaya
Di kala rembulan tertelan senja
Lelapkanlah hatimu dalam do’a
Kan ku nyalakan pelita asa

Biarkan aku bernaung di angkasa
Ketika hujan berhenti membasuh jiwa
Tataplah langitmu yang berhias duka
Kan ku warnai pelangi-pelangi cinta

Hanya untukmu, senyummu,
Yang bercahaya bersama bintang kejora….

( STAR 61. M 06 – MiddLe East TechnicaL University- , 28122009, 10.40 )

GERIMIS

GERIMIS

Gerimis membasahi aku, kemudian membiarkan aku kaku di ujung jalan itu. Aku berdiri dirayapi bisu, biarkan pilu menebas asaku. Aku hanya menelan pilu, melihat sukma dicabik sendu. Kembali di sudut jalan itu, Aku menghindari curahan rindu, yang tanpa lelah menghujani aku.

Gerimis tumpah berserakan menyesaki qalbu, membasahi ukiran namamu, lagi dia memudar ketika menghembus rindumu.

Sebelum gerimis menyentuhku, uraian kata-kata rindu telah lama membunuhku, sejenak menimbun mimpi berselimut cinta ketika siang kehilangan mentari, selama-lamanya membenciku ketika malam dikhianati rembulan, Aku telah terkapar sekian lamanya dalam belengu masa lalu. Tertimbun nafsu, tertutupi angin senja dan langit biru, aku terbelengu, kaku berucap cinta ketika dicumbu oleh nafsu.

(Seulanga 1. Amkara)