Pohon Persahabatan

Pohon Persahabatan

Kuikuti jejak-jejak usang itu. Yang telah lama tertinggal dalam aliran waktu. Yang belum tertelan oleh mimpi-mimpiku. Kembali aku menyusurinya dengan selaksa rindu.

Jejak-jejak usang itu menuntunku ke dalam taman hatimu. Aku takjub. Ada yang berbeda. Sungguh. Aku melihat beberapa pohon persahabatan yang berdiri kokoh disana, dikelilingi oleh bunga-bunga ketulusan. Dan ada pahatan namaku di salah satu batang pohon. Pohon itu sangat rindang dan teduh, menaungi asa-asa yang dihembuskan dari munajat-munajatku. Pohon itu selalu bersemi di dalam taman hatimu.

Aku mendekat. Aku menemukanmu di sana. Kau sedang tersenyum sambil menatap pepohonan yang telah kau tanam dengan benih-benih pengorbanan. Rupanya kau sangat bahagia. Pepohonan itu sangat berharga bagimu, lebih berharga dari mahkota indahmu, mungkin kau telah merelakan separuh jiwamu tumbuh bersama mereka.

Ternyata jejak-jejak usang itu masih ada sampai detik ini karena selalu diterangi oleh cahaya cintamu. Ya, cinta. Cahaya cinta itu juga terpancar dari pohon persahabatn yang terpahat namaku disana.

“Cinta dalam persahabatan itu ABADI walaupun tak seabadi cinta kita kepadaNYA. Terima kasih Sahabat karena kau telah menumbuhkan pepohonan persahabatanmu dengan cahaya cinta”.

(Seulanga 14. Yağmur Evi, 16082010, 16.19)

0 Replies to “Pohon Persahabatan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *