Month: August 2010

Sajak-Sajakmu

Sajak-Sajakmu

Sajak-sajakmu beda
Karena
selalu mengisi cawan rinduku

Sajak-sajakmu beda
Karena
selalu mengalun dalam debaran hatiku

Sajak-sajakmu beda
Karena
selalu menyejukkan tetesan munajatku

Sajak-sajakmu beda
Karena
selalu menerangi jejak asaku

Sajak-sajakmu beda karena selalu memantulkan sesuatu yang sedang terapung di telaga hatimu……

(STAR 81. Yağmur Evi, 15082010, 17.57)

Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan

Ia telah datang kawan
Mari kita sambut dengan senyuman

Ia bukan sembarang bulan
Karena diselimuti keberkahan

Ia dirindukan oleh jutaan insan
Karena membuka pintu ampunan

Ia diturunkan oleh Ar-Rahman
Dalam butir-butir kebaikan

Ia bernama Ramadhan
Suci, Indah, tak ada bandingan

Marhaban Ya Ramadhan !!

(STAR 80. Ankara, 1 Ramadhan 1431 H)

Dear Ibunda (1)

Dear Ibunda (1)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🙂

Kepada seorang Ibu yang selalu menitikkan air mata do’anya untuk kelima buah hatinya.

Dear Ibunda Tercinta, 😀
Ananda hanya mampu berdo’a kepada Yang Maha Mendengar, semoga Dia memberi lindungan dan kesehatan kepada Ibunda, Ayahanda, Abang, Adik-adik dan keluarga kita semua.
Alhamdulillah, Ananda masih dianugerahi kesehatan dan kesempatan untuk mengucapkan “Marhaban Ya Ramadhan”, Semoga Allah menerima ibadah puasa kita.

Dear Ibunda,
Maafkan anakmu ini karena ia tidak bisa menghapus air mata rindumu pada hari Meugang ini. :(. Tadi Ananda sudah mendengar suara Ibunda yang menyebut-nyebut nama Ananda, tetapi suara Ananda tidak terdengar kesana. Kesal 🙁 . Headset Warnet itu rusak!! Bayarnya tetap mahal !! Tetapi Ananda tidak berani mengeluh lagi. Karena Ibunda pernah bilang kalau keluhan itu sia-sia, tidak menyelesaikan masalah.

Dear Ibunda, 😀
Alhamdulillah Ananda masih cukup kuat untuk berjalan di jembatan impian pilihan sendiri ini. Walaupun angin kerinduan sempat mengoyahkan langkah kaki, Ananda masih bisa berpegang pada tali kesabaran. 🙂 Ibunda tak perlu terlalu mencemaskan langkah kaki ini dalam mengejar cita. Karena do’a dan restu Ibunda selalu melindungi Ananda.

Dear Ibunda, 😀
Ini adalah Meugang kedua tanpa kehadiran Ananda di tengah-tengah keluarga. Ananda tidak sedih dan tidak mengalirkan air mata. Karena ini adalah pilihan Ananda sendiri. Jadi, Jangan bersedih hati ya, Ibunda. Walau bagaimanapun, Ananda tetap bahagia karena masih memiliki Cinta dari seorang Ibunda 🙂

Dear Ibunda, 😀
Sampai detik ini, Ananda masih belum bisa membalas semua kebaikan dan kasih sayang Ibunda yang seperti cahaya mentari itu. Selalu menyinari asa Ananda di negeri ini.

Wasallam.

Aku Merindu Rindumu

Aku Merindu Rindumu

Seulanga, pagi ini, aku mencari sebuah rindu di berandamu. Rindu yang mungkin tertanam dalam kata-katamu. Rindu yang mungkin kau sembunyikan di sela-sela keramaian berandamu.

Mungkinkah ada rindu, untukku?

Mungkinkah ada rindu di dalam bintang-bintang biru yang menghiasi berandamu, untukku?

Mungkinkah ada rindu walaupun hanya seteguk, untukku?

Ahh,
lagi-lagi rindu yang membuat daku kembali mengunjungi taman racun itu, secara sembunyi-sembunyi, tentunya melalui beranda seseorang yang meminjamkan kuncinya padaku. Aku takut jejak-jejak usangku tertinggal di berandamu, sampai-sampai aku tidak berani mengisi cawan rindumu. Biarlah ia dipenuhi oleh rindu-rindu mereka yang tidak pernah mengkhianatimu….

(Seulanga 13. Yağmur Evi, 08082010, 07.56)

Kepergian

Kepergian

Aku antar kalian
dengan do’aku, kawan

Bukanlah perpisahan
ia belum datang, kawan
Mungkinkah akan?

Ahh,
Kan kulambai keberangkatan
dengan sebuah harapan
Yang sedang tertawan
selaksa kecemasan

Akankah kalian
membawa pulang senyuman?

(STAR 79. Subayevleri, 06082010, 22.50)

Kehadiranmu

Kehadiranmu

Bukanlah penantian
yang mengisi kehampaan
angan serta harapan

Bukan
jua diriku menahan
Rindu yang mengetuk pintu harapan

Ah,
Kehadiranmu perlahan
memendar di ruang kehampaan

(STAR 78. Altinpark, 04082010, 21.45)

Senja

Senja

Kau begitu indah. Aku menyukaimu senja. Ahh, tampaknya aku telah jatuh cinta padamu.

Senja, datanglah. Aku sedang duduk di sebuah bangku taman kota ini, ditemani sebungkus kuaci dan sebotol air putih. Aku menanti kehadiranmu. Datanglah.

Wahai senja. Katakanlah padaku. Apakah Seulanga juga mencintaimu? Apakah Seulanga juga menatap keindahanmu? Entahlah, aku menemukannya di wajahmu Senja…

(Seulanga 12. Altinpark, 04082010, 19.54)

Wajahmu

Wajahmu

Tak kudapati wajah rembulan di hamparan langit malam ini. Hanya ada senyuman bintang yang masih setia menemani pandang. Ahh, lagi lagi aku menemukanmu di antara gemintang.

(Seulanga 11. Altinpark, 02082010, 21.47)

Malu

Malu

Aku malu
merindumu dalam bait-bait sajakku
Karena sajakku tak seindah hatimu

Aku malu
menyebutmu dalam munajat-munajatku
Karena munajatku tak seteguh asamu

Aku malu
menanammu dalam lembah hatiku
Karena hatiku tak sesuci cintamu

(STAR 77. Sençer Evi, 02082010, 14.26)

Pulang

Pulang

Ketika
pesawat kau ajak terbang
mengitari langit petang

Aku masih disini, bimbang

Ketika
mesin berjalan yang kau tumpang
mulai memasuki gerbang

Aku masih disini, gamang

Dan
akhirnya kau pulang
kembali menjadi kembang

Tapi
aku masih disini, riang
sembari melempar senyuman ke bintang

(STAR 76. Sençer Evi, 02082010, 11.52)