Month: January 2011

Bunga Bermahkota Indah

Bunga Bermahkota Indah

Bunga-bunga bermekaran dalam beranda sebuah taman, harum semerbak, menawan kumbang-kumbang.

Bunga bermahkota indah telah meracuni kumbang-kumbang yang berhasrat mencicipi madu cintanya. Mereka kian mabuk, tergila-gila dengan mahkota indahnya. Mereka memuja-mujanya, berlomba-lomba untuk memilikinya. Mereka berebut untuk menjaganya, makin mendekatinya, tetapi mereka malah menghancurkan kesuciannya.

Bunga bermahkota indah tak berdaya. Taman itu telah berubah menjadi taman racun. Tempat pertikaian dikarenakan keindahan mahkotanya.

Bunga bermahkota indah dirundung kesepian. Kumbang-kumbang meninggalkannya ketika malam menyelimuti kegelapan. Mereka hanya mendekatinya ketika mahkota indah miliknya memancarkan warna bercahaya.

Bunga bermahkota indah diliputi kesedihan. Ia menangis dalam diam, di dalam kesunyian malam. Ia tahu, sebentar lagi ia akan layu. Dan kumbang-kumbang akan berhenti memujanya. Mereka akan mencari mahkota bunga lain.

Tiba-tiba sesuatu menyentuh bunga bermahkota indah. Sesuatu yang menyembuhkan duka laranya. Sesuatu yang menyeka air matanya. Sesuatu yang menerangi asa-asanya. Sesuatu yang selalu menemaninya selama ini tanpa ia sadari.

Sesuatu itu adalah sinar Bintang yang selalu menyentuhnya dari kejauhan. Bintang yang tidak selalu terlihat, tetapi selalu ada untuknya. Bintang yang tidak terpikat dengan mahkota indahnya. Bintang yang selalu setia menemaninya walaupun ia tidak akan pernah memilikinya.

Tahukah kamu, itulah alasan mengapa aku hanya ingin menjadi sebuah bintang. Ya Rabb, jadikan saya sebagai sebuah “bintang” yang bercahaya dengan cahaya iman dan taqwa…

(SeuLanga 18. Yağmur Evi, 31012011, 13.06)

Bunga Bermahkota Indah

Bunga Bermahkota Indah

Bunga-bunga bermekaran dalam beranda sebuah taman, harum semerbak, menawan kumbang-kumbang.

Bunga bermahkota indah telah meracuni kumbang-kumbang yang berhasrat mencicipi madu cintanya. Mereka kian mabuk, tergila-gila dengan mahkota indahnya. Mereka memuja-mujanya, berlomba-lomba untuk memilikinya. Mereka berebut untuk menjaganya, makin mendekatinya, tetapi mereka malah menghancurkan kesuciannya.

Bunga bermahkota indah tak berdaya. Taman itu telah berubah menjadi taman racun. Tempat pertikaian dikarenakan keindahan mahkotanya.

Bunga bermahkota indah dirundung kesepian. Kumbang-kumbang meninggalkannya ketika malam menyelimuti kegelapan. Mereka hanya mendekatinya ketika mahkota indah miliknya memancarkan warna bercahaya.

Bunga bermahkota indah diliputi kesedihan. Ia menangis dalam diam, di dalam kesunyian malam. Ia tahu, sebentar lagi ia akan layu. Dan kumbang-kumbang akan berhenti memujanya. Mereka akan mencari mahkota bunga lain.

Tiba-tiba sesuatu menyentuh bunga bermahkota indah. Sesuatu yang menyembuhkan duka laranya. Sesuatu yang menyeka air matanya. Sesuatu yang menerangi asa-asanya. Sesuatu yang selalu menemaninya selama ini tanpa ia sadari.

Sesuatu itu adalah sinar Bintang yang selalu menyentuhnya dari kejauhan. Bintang yang tidak selalu terlihat, tetapi selalu ada untuknya. Bintang yang tidak terpikat dengan mahkota indahnya. Bintang yang selalu setia menemaninya walaupun ia tidak akan pernah memilikinya.

Tahukah kamu, itulah alasan mengapa aku hanya ingin menjadi sebuah bintang. Ya Rabb, jadikan saya sebagai sebuah “bintang” yang bercahaya dengan cahaya iman dan taqwa…

(SeuLanga 18. Yağmur Evi, 31012011, 13.06)

Kita (Muslim)

Kita (Muslim)

Kita adalah jerami-jerami rapuh
melepuh,
lemah
Hanyut tak tau arah

Kita adalah lidi-lidi terpisah
dari sapu ukhwah,
lemah
Saling berkobar fitnah

Kita adalah kumpulan buih
dalam lautan darah,
lemah
Diperbudak nafsu amarah

(STAR 126. Yağmur Evi, 30012011, 11.39)

*saya sedih melihat pergejolakan di tengah-tengah Ummat Islam yang bertujuan menegakkan keadilan, tetapi saling bertikai, saling membunuh. Dimanakah PERSATUAN ?? , di Mesir sudah 102 orang kembali kepadaNYA, mereka adalah korban pergejolakan :(*

Debur

Debur

Deburan ombak menjulur
kerinduan
Yang luntur
dimangsa waktu

Bawalah butir-butir rinduku
bersama deburanmu
Ke pangkuan ibu
di seberang samudra biru

(STAR 125. Antalya, 22012011, 17.20)

Kamu

Kamu

Aku memanggilmu
dengan sebuah nama
dengan delapan kata

Aku menulis namamu
dalam sebuah cerita
dalam lembaran hikayat cinta

Aku merindukanmu
di rangkaian kata-kata
di tiap baris do’a

(STAR 124. Yağmur Evi, 16012011, 17.57)

Mata

Mata

Kepada mata, matanya ibunda, tempatku berkaca, wujud tulusnya cinta.

Kepada mata, matanya ayahanda, tempatku membasuh duka, penyejuk asa.

Kepada mata, matanya Bidadari Surga, tempatku memadu cinta, benih-benih bahagia.

Kepada mata, matanya orang-orang tercinta, mata-hari kehidupan fana…..

*saya rindu mata-mata mereka*

(STAR 123.Yağmur Evi, 16012011, 17.40)

Dear SeuLanga (3)

Dear SeuLanga (3)

Dear SeuLanga, my heart persuaded me to write this letter to you. Don’t ask me why, I also didn’t understand the reason of writing these words. I just let my fingers dance on the keypad as my heart was trying to ask something, many things indeed 😛

Dear SeuLanga, how’re you there? 🙂 This is the first question that seems ridiculous. Coz I always ask this question to you, every day. I know that you can’t hear this ridiculous question, but HE always hears it and I answer by myself in every do’a “you’re fine and doing well there”. And it makes me feel better.

Dear SeuLanga, I hope that you still remember the way to our home. Actually I wanted to post this letter to our home’s address. Maybe when you go home, you would find this letter inside the mailbox. But, I posted it here instead.

Dear SeuLanga, I wanted to ask many things, but my heart only asked one thing : are you fine???

Dear SeuLanga, I can’t lie to my self that I’m happy coz you have a lot of friends there, your beloved people around you. At least, you can share your happiness and sadness with them. I’m too far away eventhough I wanna share many things, but do you know?? You are so close, I can see it, just like our eyes staring at stars…..