Month: April 2011

Taman Racun

Taman Racun

Pasti ada tanya
Terujar lewat kata-kata
Akan kepulanganku tiba-tiba
Kembali bernafas di beranda

Telah lama lelah
Lelap bersama gelap
Menyuara setitik cahaya
Menembus kepekatan hati diri

Maka aku kembali
Di tengah-tengah keramaian
Menyuara kata-kata hati
Mengajak ke jalan keabadian

Teguh berpegang yakin
Menyusuri keramaian taman racun
Ada penawar dalam hati
Semoga kata-kataku bersemi abadi

(STAR 153. Yağmur Evi, 01042011, 21.13)

Itmi’nan

Itmi’nan

Tanyaku padanya
Kenapa “tiada ketakutan menimpa mereka dan mereka tak merasa susah (QS. 2:62)” ?

Jawabnya:
Dunia seperti Padang Arafat
Bukit singgahan orang berhaji
Tinggal sementara bersiap menuju pengampunan

Kehidupan dunia adalah malam perayaan
Kehidupan lainnya adalah hari perayaan
“Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai! Masuklah di antara hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku (QS. 89-30)”

(STAR 152. Yağmur Evi, 01042011, 20.46)

Negeri Seribu Menara

Negeri Seribu Menara

Di negeri ini
Seribu menara menancap tinggi
Berdiri tegak
Runcing laksana tombak

Saban hari lima waktu
Tiada lelah menyeru
Lantang menyuarakan panggilan
Mari menuju kemenangan

Allahu Akbar Allahu Akbar
Langit bumi gemetar
Menyahut “Engkau Maha Besar”

Kami bersaki
Semua makhluk menyaksi
Tiada tuhan selain Allah
Dan Muhammad utusan Allah

Di negeri ini
Seribu menara menancap tinggi
Berdiri tegak
Runcing laksana tombak

Tiada lelah mengajak
Mari berdiri tegak
Kemudian sujud dalam lafadzh cinta
Mengokohkan tiang agama

(STAR 151. Bus 132, 31032011, 07.11)

Negeri Seribu Menara

Negeri Seribu Menara

Di negeri ini
Seribu menara menancap tinggi
Berdiri tegak
Runcing laksana tombak

Saban hari lima waktu
Tiada lelah menyeru
Lantang menyuarakan panggilan
Mari menuju kemenangan

Allahu Akbar Allahu Akbar
Langit bumi gemetar
Menyahut “Engkau Maha Besar”

Kami bersaki
Semua makhluk menyaksi
Tiada tuhan selain Allah
Dan Muhammad utusan Allah

Di negeri ini
Seribu menara menancap tinggi
Berdiri tegak
Runcing laksana tombak

Tiada lelah mengajak
Mari berdiri tegak
Kemudian sujud dalam lafadzh cinta
Mengokohkan tiang agama

(STAR 151. Bus 132, 31032011, 07.11)