Pagi yang Berdebar

Pagi yang Berdebar

Ran, pagi yang hening tidak bisa memendam debaran ombak yang meriakkan rindu ke tepian pantai sajakku. Selalu ada namamu yang mengalunkan makna dari kata-kata yang terangkai, mempuisikan debar-debar rindu.

Ran, debaran ombak itu tidak mampu berlabuh ke tepian sebelum angin kesetiaan berhembus dari lembah hati kita. Aku tidak pernah menyangka kalau angin itu singgah di dahan pepohonan katamu sebelum meriakkan rindu di pantai sajakku.

Ran, sungguh pagi di sini berdebar. Embun-embun juga bergetar setelah membisikkan kata perpisahan kepada dedaunan yang menggigil kesejukan. Dan kata-kata tetap mendebarkan makna: “sebuah kebersamaan.”

(SeuLanga 40. Eskişehir, 27072011, 12.18)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *