Month: July 2011

Kata Berangin

Kata Berangin

: SeuLanga

kata-kata
menghembuskan getar
mengalunkan debar
dari sajak yang tersentuh mata

terbaca makna
akan setangkai bunga
yang telah lama terangkai dari kata-kata
untukmu, SeuLanga

***

rindu singgah di dahan
pepehonan kata
sebelum berhembus ke beranda
menggigilkan kenangan

***

dan
sekian
lama kata-kata berangin
menebarkan kesetiaan

(STAR 293. Eskişehir, 25072011, 16.46)

Dua Langkah Mencari Kata untuk Sebuah Sapa

Dua Langkah Mencari Kata untuk Sebuah Sapa

perlahan-lahan kata
tenggelam dalam suara malam

kita biarkan begitu saja
tanpa memulai sapa

hanya saja aku percaya
derap langkah kita
masih bicara
ketika menyusuri jalan pulang

menyapa bangunan-bangunan tua
yang tegap berdiri tanpa memerlukan kata

(STAR 291. Eskişehir, 24072011, 22.06)

Dasi Tuan untuk Nasi Kami

Dasi Tuan untuk Nasi Kami

: tuan-tuan penguasa yang berdasi

senyum yang kau bagi
bertebaran di jalan sepi
membusuk dalam penderitaan kami

seperti janji-janji
telah lama basi

oh tuan, berapa harga dasi
yang berganti rupa, warna-warni
di lehermu setiap pagi?
seharga sebungkus nasi?

oh tuan, lepaskan saja dasi
untuk sesuap nasi
kami mau makan nasi tiga kali sehari
kami tetap lapar walaupun kenyang dengan janji-janji

(STAR 290. Eskişehir, 23072011, 15.43)

Sebuah Pentas Dimana Kata-kata Melukai Bibir Makna

Sebuah Pentas Dimana Kata-kata Melukai Bibir Makna

: Daun

/1/
saling menitip kata
bergetar dalam cinta
melukai bibir makna
dengan setangkai suka

/2/
sandiwara telah menemui akhir
tetapi kata-kata penutup bersembunyi
dalam tirai hitam kehidupan
akankah kembali mementaskan harapan?

/3/
kata-kata tumbuh
mengakar dalam tubuh
mata siapa yang akan menyentuh?

(STAR 287. Eskişehir, 23072011, 13.34)

Yang Terbang dan Yang Melambai

Yang Terbang dan Yang Melambai

: Ibunda

apakah ini sebuah cerita tentang burung dara yang terbang
sementara tanganku yang melambai?

***

tanganku masih melambai
meliuk-liukkan jemari
seperti nyiur di tepi pantai
akankah ia memanggil badai?

***

terbanglah tinggi
setinggi imaji
yang melahirkan sebuah puisi
dari ibu-ibu jemari

***

oh, badai telah datang
menderu dalam kegundahan jiwa
melihat kau terbang
tidak membalas lambaian kata

***

Oh, kian jauh
doa-doaku merapat sebelum berlabuh
sebelum luruh
sebelum rubuh

(STAR 286. Eskişehir, 23072011, 11.30)

17 Juli

17 Juli

: Yaumil Abi

/1/
luruh
dedaunan usiamu
satu persatu
jatuh

dua telapak tanganmu masih terbuka
hanya menerima dari-Nya
“curahan-curahan cinta Maha Besar”

/2/
dedaunan usia jatuh
ke bawah
semakin rendah
sujud di atas tanah
“selanjutnya tanah adalah rumah”

(STAR 285. Eskişehir, 23072011, 10.40)

*Selamat Ulang Tahun Abi…….., semoga mendapat banyak berkah ketika usia hidup semakin merendah, suatu saat akan rebah ke asal muasal tubuh yaitu tanah.