Month: December 2011

Teman Perjalanan

Teman Perjalanan

membaca lembar perlembar buku persahabatan
yang kau tulis di seluas halaman
dalam hamparan padang imaji berbatas impian
dan juga harapan-harapan memuncak, meninggi tak tergapai tangan.

***

tak usah menunggu tangan tumbuh panjang
biarkan juga asa menggunung
sebab suatu hari kita akan mendakinya bersama
sambil berbagi rahasia perjalanan.

***

semua telah ditulis
sebelum kita baca
tentang teman perjalanan ke puncak sana
yang akan membangun sebuah istana kesetiaan
hanya untukmu.

***

aku akan tetap membaca lembar perlembar buku persahabatan
sambil meluaskan halaman.

(STAR 440. Yıldırım Evi, 28122011, 17.27)

Kisah yang Membekukan Gelisah

Kisah yang Membekukan Gelisah

Kenapa gelisahmu masih basah
padahal kemarin hujan tak menyapa
Hanya ada salju membekukan kisah:

di atap-atap rumah yang menampung segala curahan
tak dibiarkannya gigil tumpah ke dalam kehangatan keluarga,

di pucuk cemara yang rindu pada deru suara
masih kokoh menjadi rumah bagi angin yang mendesau dari segala arah,

di reranting pohon çınar yang memberi teduh
kepada burung-burung di sarangnya,

di halaman rumah yang senyap
dalam sepi menanti kicauan riang anak-anak yang bermain tanpa dipaksa,

di pelataran beranda yang mengepulkan aroma cinta
dari secangkir teh hangat yang diseduh Ibunda.

(STAR 438. Yıldırım Evi, 28122011, 10.10)

Tak Menyentuh Selama Tumbuh

Tak Menyentuh Selama Tumbuh

aku tak tumbuh di sana,
tak serumpun dengan bunga
pun tak pernah hinggap di kelopak mayangnya
apalagi menyentuh mahkota
yang dibiarkannya terbuka
tuk dijamah mata
atau untuk menampung debu-sebu cinta
atau pun tuk disirami racun dunia
yang melenyapkan kenikmatan abadi karena ia bermekaran dengan hina.

***

aku tumbuh di sini:
di ladang jiwamu,
hanya memekarkan makna
berupa kesetiaan yang semerbak
wangi, yang tak menyentuh mahkota bungamu
hanya menebarkan aroma.

(STAR 436. Bus 413, 26122011, 18.39)

Bunga Teratai yang Mekar

Bunga Teratai yang Mekar

melirikmu di beranda maya
yang mekar dalam kata-kata
bersama mereka.

***

membacamu di dindingnya
yang penuh coretan tawa
dengan binar ceria.

***

menatapmu aku tak mampu
hanya akan membuatmu layu di mataku
karena kamu adalah satu-satunya bunga teratai di telaga hatiku.

(STAR 439. Yıldırım Evi, 28122011, 10.38)

Sajak Tentang Rumah Kita

Sajak Tentang Rumah Kita

: Ran Jr

Di rumah itu kita berteduh
dari amukan rasa yang gaduh
dan mengaduh
Hingga aliran cita di pikiran tidak keruh.

***

Kata-kata menjulang tinggi
kokoh direkat makna
yang memberi arti persahabatan,
Menyusun sebuah rumah sederhana
yang memiliki ruang kesetiaan
Di tengah rimba maya.

(STAR 433. Bus 198, 24122011, 12.39)