Month: March 2012

Sebuah Rupa Berbentuk Kerinduan

Sebuah Rupa Berbentuk Kerinduan

: my future princess

seperti apakah rupa kerinduan itu
seteduh wajahmu kah?
sebening telaga matamu kah?
sedalam tatapanmu kah?

lekat-lekat kupandangi jarak
yang diam-diam memanjang dan bergerak
menjauhi dari dekat

di mana letak permulaan
yang akan menjerat kita dalam kedekatan
tak terpisahkan,

yang akan mendekatkan jarak
dengan sebuah kerinduan.

(STAR 507. Perçin Evi, 30032012, 23.22)

Nyala Abadi

Nyala Abadi

: Ran Jr

warna langit padu
dengan wajah ceriamu
ketika sajak sederhanaku menjelma matahari
di kolong langit hatimu

cerahkan pudar
terangkan kelam
sewaktu aku berbaring dalam ketiadaan
sedangkan kau sendiri mengutuk keadaan

kau tahu
matahari juga akan diredupkan cahayanya
tetapi jangan biarkan nyalanya sirna
di hatimu

*kau abadi dalam sajakku, zutto…….

(STAR 506. Bus 427, 26032012, 12.08)

Kembalilah

Kembalilah

katakan
adakah yang menyembunyikan
kehilangan
sewaktu jejak-jejakmu masih membekas
di jalan kenangan itu

katakan
maukah kamu menyusuri kembali
ke arah ini
demi beberapa potong kenangan yang tercecer
sewaktu kamu tergesa-gesa pergi
dan bersembunyi

katakan
maukah kamu kembali?

(STAR 501. Bursa, 18032012, 09.45)

Berkaca pada Kerinduan

Berkaca pada Kerinduan

: Ran Jr

pagi ini
aku berkaca pada kerinduan
yang tiba-tiba memantulkan bayanganmu

tersenyumlah
jangan biarkan wajahmu retak
di kaca yang berbingkai persahabatan itu

(STAR 500. Bursa, 18032012, 20.55)

Kedatangan dan Penyambutan

Kedatangan dan Penyambutan

cahaya pagi melumuri pegunungan
di kejauhan
yang menyaksikan perubahan zaman

***

di lembah maupun
di sudut-sudut kota
ada mesjid yang memancarkan cahaya
dari hati para hamba
yang merindukan-Nya

***

Oh Bursa
angin dari gunung Uludağ
menyambut kedatanganku
dengan semilir dinginnya

(STAR 499. Bursa, 18032012, 20.03)

Gerimis Pagi Ini

Gerimis Pagi Ini

gerimis pagi ini
adalah rintik-rintik kesedihan
yang saling berjatuhan
ke tanah kota ini

***

sepasang langkah
kepunyaan-Nya
yang dititipkan padaku
sedang berjalan ke arahmu

***

udara dingin berhembus perlahan
mengusap luka-luka yang membeku
sepanjang perjalanan pagi ini

(STAR 498. Gül Evi, 14032012, 21.07)