Month: April 2012

Seberkas Cahaya dari Sahabat

Seberkas Cahaya dari Sahabat

Beberapa tahun silam:

Sebuah pesan singkat menggetarkan Nokia 3200-ku. Langsung setelah jemariku membuka kunci tombolnya, sebuah nama muncul di layar. Nama milik seorang yang sangat jauh namun terlalu dekat dari hatiku.

—————————-

”teman itu

seperti bintang

tak selalu nampak

tapi selalu ada

di hati

^_^”

pengirim: Bintang

—————————-

Aku tersenyum setelah membacanya. Meskipun pernah mendengar kata-kata itu dari teman yang lain, pesan sederhananya itu terlihat berbeda. Kata-kata itu bercahaya serupa kerlip gemintang. Entah kenapa ia tiba-tiba menerangi langit hatiku.

***

Cahayanya tidak pernah redup sampai sekarang. Ia benar-benar telah menjelma Bintang. Aku selalu mengenang kebersamaan kami yang hangat dan teduh dalam sebuah persahabatan. Seperti kata-kata yang dituliskannya untukku:

Ran, tadi malam berjuta kenang menjelma kunang-kunang. Mereka mencari cahaya kata-kata dari ladang jiwa kita. Ingin jadikan kerlip makna. Sebab kelam telah dipekatkan. Sebab sepi sudah diheningkan oleh kerinduan. 

Ran, tersenyumlah. Biarkan senyummu purnama. Sebab kunang-kunang ingin jelma gemintang di langit hatimu. Supaya mereka padu dalam cahaya kebersamaan. 

(CerMin 16. Perçin Evi, 29042012, 22.51)

Cahaya Kebersamaan

Cahaya Kebersamaan

Ran, tadi malam berjuta kenang menjelma kunang-kunang. Mereka mencari cahaya kata-kata dari ladang jiwa kita. Ingin jadikan kerlip makna. Sebab kelam telah dipekatkan. Sebab sepi sudah diheningkan oleh kerinduan.

Ran, tersenyumlah. Biarkan senyummu purnama. Sebab kunang-kunang ingin jelma gemintang di langit hatimu. Supaya mereka padu dalam cahaya kebersamaan.

(SeuLanga 45. Akyurt, 29042012, 10.28)

Suara-Suara Malam

Suara-Suara Malam

ketika diam
dipertanyakan kenapa ia bungkam
padahal sekelilingnya adalah berisik
yang tak pernah berbisik,

riuh berdentuman
semacam pesta keramaian
yang tak pernah dipertanyakan
kenapa suara-suara berdesakan
tak karuan,

***

ssst…..
sebentar lagi kekosongan kata
kan terusir dari ketiadaan makna

semua telah bergema
segenap suara adalah nada
yang berirama
yang entah mengusik siapa

(STAR 521. Perçin Evi, 26042012, 22.32)

Angin Musim Semi

Angin Musim Semi

rambut gadis kecil tergerai
dibelai angin yang hembusnya
mendesak masuk ke dalam bus kota

***

entah apa yang gemerisik
dalam sesak keramaian ini
semacam bisik
yang lalu didesaukan entah kemana

***

angin menghembuskan sepoinya
yang mengecup kelopak mata gadis kecil itu
perlahan-lahan ia terbuai
menjelma angin musim semi

(STAR 520. Bus 413, 26042012, 16.34)

Sebuah Kota dalam Diri

Sebuah Kota dalam Diri

/1/
kenapa diam
mejadi teman setia perjalanan pulang
padahal jalan tak menyembunyikan keramaian

entah sepi jenis apa
yang terlintas dan melintas
di tengah-tengah kota ini

/2/
sore masih menyapa
meskipun sebentar lagi senja,
rupanya banyak yang telah renta
dalam bayangan sunyi

/3/
kota ini
seperti menyembunyikan sepi
di kantong-kantong hari

(STAR 519. Bus 423, 24042012, 18.17)

Tiga Bait Pesan

Tiga Bait Pesan

Kepada langit biru:

/I/
betapa diam
telah menyumbat letupan-letupan rasa
atas nama persahabatan

/II/
tak perlu disamarkan
ia telah pudar
tak berbekas di ingatan

/III/
selayaknya perahu layar
pasrah pada angin
yang hembusnya membawa ia jauh dari dermaga

(STAR 518. Perçin Evi, 21042012, 01.44)

Kepakan Sayap Cinta

Kepakan Sayap Cinta

“Hanya ketika kamu terjaga ku kan terlelap, Cinta. Di pangkuanmu. Hanya dengan itu kan kulupakan segenap duka.”

Ia biarkan lelap jadi lenyap. Lalu tubuhnya bersayap. Terbang menuju Sang Pemilik Cinta.

(Gerimis 9. Perçin Evi, 18042012, 01.37)

Hujan Duka

Hujan Duka

awan mengarak duka
dengan mendungnya

lalu ditumpahkannya
rintik-rintik kesedihan
yang mengguyur luka
semakin menganga jadi telaga perih di dada

(STAR 517. METU, 15042012, 14.58)