Month: March 2013

Membalas Sajakmu yang Telah Lama Berlabuh di Tepian Waktu, Untukku?

Membalas Sajakmu yang Telah Lama Berlabuh di Tepian Waktu, Untukku?

:Ceudah Keumala

telah lama aku membaca rona katamu
yang terjamah cahaya mataku
meskipun aku belum bisa menerka warna maknanya seperti apa.

lama juga
aku terdiam sebab telah kupejam
segala rahasia sajak-sajakku yang terpendam
dengan kelopak pemahaman yang baik sehingga tertutup
segala kemungkinan untuk meragukan makna yang belum terkatup
sempurna.

sungguh lama
aku ingin bertanya-tanya tentang gubuk luahan rasa itu
yang barangkali dinding rapuhnya pernah bergetar lama
ketika kata-kataku mencari tempat jeda sebentar sebelum melanjutkan perjalanannya.

kau tahu
kuncup-kuncup itu hanya merekahkan persahabatan
yang hijau senantiasa,
perasaan seperti itu adalah kekupu bersayap rapuh;
yang hanya membuat bunga layu dengan segala rayu
sebab mahkota indah itu adalah bandar tempat ia singgah sebentar
untuk sekedar bertukar rindu dengan sari madu.

kau tahu
aku bukan kekupu yang ingin merekahkan keresahan bunga,
aku adalah bintang paling jauh
yang setia membasuh kegelisan penantiaannya dengan cahaya paling biru.

(STAR 715. Yasir Evi, 31032013, 18.33)

Perkenalkan (5)

Perkenalkan (5)

aku menjadi rintik hujan kecil
yang tak ingin kembali ke pelukan awan
setelah bibir mungilnya bergetar ketika mengecup tepi daun itu.

Ran, perkenalkan!
aku adalah aku yang lain dan lain-lainnya.

(STAR 714. Bus 132, 30032013, 16.50)

Perkenalkan (4)

Perkenalkan (4)

aku menjadi mendung yang bergelayutan memayungi
reranting layu dari sengatan matahari,
yang ingin segera menumpahkan rintik-rintik hujan
untuk memekarkan kelopak hijau di ujungnya.

Ran, perkenalkan!
aku adalah aku yang lain dan lainnya.

(STAR 713. Bus 132, 30032013, 16.43)

Perkenalkan (3)

Perkenalkan (3)

aku menjadi gemerisik dedaunan
yang hanya mampu berbisik pada angin
sebelum jatuh tanpa bersuara ke pelukan tanah.

Ran, perkenalkan!
aku adalah aku yang lain-lainnya.

(STAR 712. METU, 30032013, 16.06)

Perkenalkan

Perkenalkan

aku menjadi kata yang tertunduk di hadapanmu,
di lututnya rindu bergemetaran
sebab terlalu lama ia menekuk di sudut bisu.

Ran, perkenalkan!
aku adalah aku yang lain.

(STAR 710. Bus 133, 30032013, 08.23)

Malam Penghabisan

Malam Penghabisan

maaf, pagi ini
tak bisa kubalas pesan-pesan singkatmu lagi,
tadi malam ponselku bunuh diri
setelah kata-kata yang sama menikam layarnya bertubi-tubi.

(STAR 709. Yasir Evi, 28032013, 15.34)

Lagi-Lagi Perihal Mimpi

Lagi-Lagi Perihal Mimpi

aku tak sempat merekam pembicaraan kita semalam
kita sama-sama terdiam
suara-suara saling memendam;
begitu enggan melepas simpul cerita yang saling menggenggam
seerat lapisan temaram dan lukisan malam.

meskipun ingatan mimpiku telah lekang
aku yakin kau telah benar-benar datang…..

(STAR 708. METU, 22032013, 16.34)

Tentang Mimpi Semalam

Tentang Mimpi Semalam

ah, kadang-kadang rindu itu menjengkelkan juga,
ia membuka paksa pintu kenangan
dan memulangkan kita ke dalam ingatan
yang terbungkus rapi
sebagai mimpi sunyi
sehingga kita bisa bertemu dengan siapa saja
dan menyentuh apa saja
sepuas-puasnya,
tapi ia tak berlangsung lama
dalam sekejap kita terbangun dalam hingar-bingar kenyataan
yang mengaburkan kepulangan itu dan
rindu itu mencoba kembali mengingat; mungkin tadi pagi ia lupa menutup pintu kenangan…..

(STAR 707. Bus 423, 22032013, 08.15)