Surat untuk Sahabat (2)

Surat untuk Sahabat (2)

fragmen kedua!

 

dalam keterasingan kita

aku menjadi kebisingan kata

yang bersuara jauh ke dasar samudra;

tempat sepasang kesepian yang mati sia-sia.

 

aku tak pernah melayat

kematian di ujung kalimat

yang terlanjur membujur kaku dalam sepucuk surat.

 

biarkan kematian itu hidup sekali lagi dalam kerinduanku.

 

(STAR 737. METU, 20052013, 19.52)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *