Month: August 2013

Gadis Pemalu di Persimpangan Ramai Itu

Gadis Pemalu di Persimpangan Ramai Itu

adalah gadis pemalu
seperti tiang lampu tiga warna di persimpangan ramai itu;

selalu berbicara dua kemungkinan di antara padam dan nyala
dan suatu pergiliran yang patuh pada titah waktu

yang kadang-kadang membuat hatimu berdebar-debar
tak sabar menunggu
dan ingin terus melaju
mengabaikan rona wajahnya yang merah itu
(pasti ia marah dengan tingkah lakumu
karena telah berulang kali ia memperingati
dengan gaun kuning terang
tapi tetap saja tak kau hiraukan keanggunannya yang menawan itu)

tetapi ia gadis pemalu
patuh pada titah waktu
tak pernah lama-lama menahan perjalanan
dengan rona merahnya

ia juga bergaun hijau yang memukau
yang bersegera melepasmu pergi ke masing-masing tujuan.

(STAR 768. Banda Aceh, 14082013, 14.12)

Sepanjang Kata yang Entah Batas Maknanya

Sepanjang Kata yang Entah Batas Maknanya

:SeuLanga

kita yang saling menduga dalam keraguan kata.

kita yang terperangkap pada senyap kata.

kita yang mencoba berbicara lewat kebisuan kata.

kita yang saling mencari kenangan dalam samar kata.

kita yang terapung kehilangan sesuatu di permukaan kata.

kita yang pernah terseret arus kerinduan dan terus bertahan pada sederet kata.

kita yang … (ber)kata.

(STAR 767. Home, 11082013, 12.37)

Hujan Tak Turun Hari Ini

Hujan Tak Turun Hari Ini

kau menangis kehabisan kata

aku mengalirkan puisi dari sudut matamu
yang melewati bukit mawar merah jambu
ke muara bibir yang menahan luapan banjir besar
dari hati yang berdebar.

kau menangis kehabisan kata dalam mimpi

akhirnya aku tahu alasan hujan tak turun hari ini.

(STAR 766. Home, 03082013, 14.56)

Gerimis Pucat

Gerimis Pucat

gerimis pucat terjerat pada entah yang lain

tak sempat ia berkhianat pada awan yang rupawan
dan langit yang sengit
melepasnya dari ketinggian.

bibir gerimis bergemetaran
sebelum dada kecilnya mendebarkan
kerinduan yang harus dirahasiakan.

gerimis pucat terpikat pada gerai rambutmu
yang melambai-lambai pada ketinggian yang
tak sanggup digapainya.

(STAR 765. Home, 03082013, 14.37)

DaMar 25

DaMar 25

/1/
rindu itu
seusia kekupu
juga sekuat kepakan sayapnya
yang nantinya mengirim badai dari rimba ke kota;
tak pernah terduga sebelumnya.

/2/
”semangat hari baru
sangat haru”
kataku,

sebab aku baru saja terbangun dari kekosongan puisi diri
yang perlahan kau isi.

/3/
dan rintik hujan
tak berhenti memercik
seperti detik-detik
yang berjatuhan

yang menguburkan dan mengaburkan kenangan di kedalaman waktu dan zaman.

/4/
untukmu
aku bisa menjadi langit lain;
yang hanya bermusim hujan.

/5/
sebelum dedaunan usia gugur
kita bertukar tegur
lalu menyimpan sapa pada sapa yang lain
dan memerangkap senyap pada senyap yang lain.

(STAR 764. Banda Aceh, 01082013, 23.21)

Yang Mencintaimu di Hari Hujan (2)

Yang Mencintaimu di Hari Hujan (2)

langit telah menyiapkan kejutan
dalam sebuah bingkisan berbentuk awan
berwarna hitam pekat tak menawan.

kau telah bersiap-siap menerima kejutannya
dengan sebuah payung hitam di tangan………..

(STAR 763. Banda Aceh, 21072013, 23.28)