Month: August 2013

Di Jalan Puisi Kita Bertemu dan Barangkali Aku Mencintaimu

Di Jalan Puisi Kita Bertemu dan Barangkali Aku Mencintaimu

kau menulisnya puisi
kau membacanya puisi
aku mendengarnya bukan puisi;
hanya sekumpulan kata bersembunyi di hunian sunyi.

sudah semestinya puisi berjalan di jalannya sendiri
tak perlu diajak berpetualang ke tanah seberang,
sebab di jalan puisi kita tak benar-benar asing
meskipun sebenarnya kata-kata berjalan masing-masing….

(STAR 761. Home, 14072013, 23.37)

Itu Sebabnya Aku Tak (Lagi) Mencintaimu (Lagi)

Itu Sebabnya Aku Tak (Lagi) Mencintaimu (Lagi)

sebab kau bercermin pada permukaan luka;
telah dibesar-besarkannya bayangan cembung tak nyata.

sebab ruang yang retak kembali kurekat
menjadi keutuhan bersekat
meskipun suara-suara (kita) diredam kecemburuan.

sebab kita mengenang kehilangan dengan menyalakan
lelampu sepanjang jalan kenangan,
padahal ingatan semakin buram, hampir padam.

sebab kita mengingat kerinduan
yang menyengat kebisuan kata.

sebab aku tak (lagi) mencintaimu (lagi).

(STAR 760. Home, 12072013, 16.57)

DaMar 24

DaMar 24

seguyur hujan
adalah rinai yang berderai, kau kirimkan
dari sebuah langit tak berawan.

adakah langit yang kau kagumi itu
berani menjatuhkan dirinya bersama rintik-rintik hujan yang pucat pasi tak biru?

kedua tanganku basah telungkup;
bercermin pada genangan hujan yang berbayang gugup.

seguyur hujan
adalah rinai yang berderai, kau kirimkan
dari sebuah langit tak berawan.

(STAR 759. Home, 10072013, 06.33)

Ombak-Ombak Ragu

Ombak-Ombak Ragu

apa makna pertemuan
jika kita kehilangan kesempatan
untuk menghempaskan gelegar ombak kejutan
di pantai penantian….

***

yang berderu dan berseru
adalah ombak-ombak ragu
yang melaut pada tubuh kaku

sehingga langit senja enggan tenggelam
dalam biru laut kehilangan….

***

kita harus saling percaya
pada masing-masing kata
yang dipermainkan semilir kesepian di dedahan cemara…..

***

sudah saatnya kita melepaskan
ketidakpastian-ketidakpastian
yang melekat di ujung jemari kerinduan

biarkan ia kembali gusar di pusar laut yang berkemelut.

(STAR 758. Home, 09072013, 23.28)

Pertanyaan-Pertanyaan Nyata Setelah Pernyataan Cinta

Pertanyaan-Pertanyaan Nyata Setelah Pernyataan Cinta

:my future princess

jika kukatakan
”aku mencintaimu tanpa tahu alasannya”
akankah kau bertanya kenapa?

jika kukatakan
”aku mencintaimu tanpa menjelaskan caranya”
akankah kau bertanya bagaimana?

jika kukatakan
”aku mencintaimu tanpa sebuah pertemuan”
akankah kau bertanya kapan?

jika kukatakan
”aku mencintaimu dengan sederhana”
akankah kau bertanya apa?

jika kukatakan
”aku mencintaimu dengan bahasa semesta yang berbeda-beda”
akankah kau bertanya yang mana?

(STAR 757. Home, 01072013, 00.16)

Itu Sebabnya Aku Tak Mencintaimu (Lagi)

Itu Sebabnya Aku Tak Mencintaimu (Lagi)

sebab aku tak lagi memilih isyarat kepulangan sebagai pertanda kedatangan.

sebab aku tak berlayar dari tanah seberang, aku benar-benar terbang, seperti burung pulang ke sarang dari keterjauhan perjalanan dan dari keterasingan persinggahan.

sebab aku tak lupa membangunkan mimpi yang terlelap sendiri, biar ia berguguran sebagai kenyataan kosong di pagi hari.

sebab aku tak (lagi) mencintaimu.

(STAR 756. Home, 30062013, 23.56)

DaMar 23

DaMar 23

/1/

musim hujan

bukan

musim kesendirian.

 

/2/

dan kerinduanku pun berlabuh

pada tempatnya

pada muasalnya.

 

/3/

ternyata kerinduanku juga seperti hujan

yang telah berjatuhan

lalu menunggu siklus tahunan

untuk kembali ke rahim awan.

 

/4/

jangan bersedih Hujan,

kau tak pernah benar-benar sendirian.

 

(STAR 755 . Home, 26062013 , 17.54)

Sebuah Penyambutan Setelah Empat Tahun Keberangkatan

Sebuah Penyambutan Setelah Empat Tahun Keberangkatan

/1/
cuaca yang mendadak tak bersahabat bagi tubuh yang telah renta dalam rindu tua.

/2/
angin yang keriput; hanya hinggap di reranting rapuh, tak mau memeluk gerah yang terlanjur gelisah pada sekujur tubuh.

/3/
jalan yang tak berhenti menyanyikan lagu kebisingan yang meredam laju keinginan. berhenti di sini saja. aku ingin menjadi puisi yang terpisah dari keterasingan. setidaknya di sini, ada matahari di setiap sisi.

/4/
penyambutan seperti ini sangat berlebihan. menguras rinduku menjadi kucuran keringat yang menyengat perjalanan. padahal aku harus melabuhkan kerinduan ini di dermaga Ibu yang masih jauh.

(STAR 754. Medan, 25062013, 13.56)