Di mana Matamu?

Di mana Matamu?

Barangkali aku telah mencintaimu jauh sebelum cahaya matamu menembus ke dalam kekosongan mataku.

Sejak kau menyibak riak kekhawatiran di permukaan mataku, aku menjadi pelayar yang ragu. Tak bisa lagi membaca mata angin seperti dulu. Mata ini hanya mencari-cari matamu.

(SeuLanga 51. Banda Aceh, 03092013, 22.12)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *