Cuma Sekadar Tawa

Cuma Sekadar Tawa

kami masih tertawa,
tawa itu kekasih setia.

dan kami masih akan tertawa,

tawa itu
paling kekal dalam ketiadaan kata
dan mengekalkannya.

tawa itu
saling kenal dalam keterasingan bahasa
dan mengenalkannya.

tawa masih terdengar
dari yang samar sampai yang besar
tak benar-benar usai ia
kita bisa memulainya kapan saja.

(STAR 813. Hisar Evi, 30122013, 21.37)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *