Month: February 2014

Yang Tersaji Hangat

Yang Tersaji Hangat

:Ikamaters Ankara

kita sulut lagi api kata-kata
yang membara di sudut jelaga.

kita tahu
rindu tak berkarat,
matanya tajam berkilau sampai ke masa lampau
sehingga mengasah kata untuk menikam diam yang terlampau
membisu.

nada-nada lagu Sevgilim mengirim irama musim semi
ke seberang jalan yang lenggang.

kebersamaan kita masih tersaji
hangat
di meja ini
meskipun gelas teh telah lekas minggat.

(STAR 841. Kızılay, 23022014, 21.59)

Kisah Kalian

Kisah Kalian

:M

beginilah kisah ini kukira bermula: kata-kata telah mengikat erat percakapan kalian sehingga memikat perasaan yang jauh agar mendekat ke tubuh. lalu kalian saling jatuh cinta meskipun mata berpaling di kejauhan.

padahal ada cerita yang awalnya saja masih rahasia. kenapa kalian tergesa-gesa membaca cinta? cerita cinta yang asing berakhir di takdir masing-masing…..

(STAR 839. Hisar Evi, 23022014, 00.26)

Hujan Pernah Jatuh dan Embun Sudah Luruh

Hujan Pernah Jatuh dan Embun Sudah Luruh

hujan pernah jatuh
merengkuh rerangting yang rapuh.

embun sudah luruh
membasuh tanah yang lusuh.

senja telah berlabuh.
sejak dari jauh
ia menyentuh-nyentuh mataku yang merah nyalang bergelimang cahaya keruh.

sia-sia memang, tak bisa kupandang segala yang hilang
setelah lelah merayakan berbagai macam kepergian dalam kisah usang.

(STAR 838. Hisar Evi, 22022014, 20.48)

Hujan dari Rahim Rindu

Hujan dari Rahim Rindu

kata-kata gugur dari langit biru;
langit yang membiru karena mata perempuan begitu jeli menggali luka
di cakrawala
dan mengubur rindu di awan
agar tumbuh subur bersama benih hujan

(STAR 837. Hisar Evi, 09022014, 01.55)

Satu Rumah Singgah

Satu Rumah Singgah

:Ikamaters Ankara

bergelas-gelas teh sangat lekas minggat dari meja ini
tapi celoteh kita belum juga tuntas bertukar kata.

sisa-sisa kehangatan membekas jelas
di bibir cangkir teh yang sempat melekatkan perbincangan dengan senyuman.

di Bonelli
kita mengenang riang pertemuan kembali
setelah lelah berpisah berhari-hari.

(STAR 836. Aydınlıkevler, 03022014, 00.28)

Sajak Pekebun Muda yang Sedang Jatuh Cinta

Sajak Pekebun Muda yang Sedang Jatuh Cinta

/1/
terlalu sering ladang kataku gersang,
kering kerontang
sebelum kau datang menuangkan hujan puisi
dari langit hati.

/2/
meskipun rapuh, rindu selalu tumbuh membisu ke arah langit yang sengit
meluruhkan sepenuh cahaya
baginya.

/3/
adalah cintaku seperti
ilalang di padang gersang itu
yang iseng sendiri memanjang terus
meskipun tak selalu ku urus.

(STAR 835. Aydınlıkevler, 02022014, 23.20)