Month: June 2014

Hujan Pertama di Awal Bulan Ramadhan

Hujan Pertama di Awal Bulan Ramadhan

/1/
di hari pertama puasa
hujan memulihkan dahaga pepohonan
sementara kerongkongan kami kekeringan

/2/
hujan tak peduli pada hitam rambut kami, ia masih mencintai hijau dedaunan yang rimbun menawan
padahal di kepala kami ada cinta yang tumbuh memanjang, susah berguguran dan tergerai indah sampai menjuntai ke tanah.

/3/
memang hujan tak datang sendirian,
hujan turun bersama rintik-rintik kerinduan (atau kesedihan)
yang berjatuhan dari mata Ibu yang memandang langit sama
yang menaungi anak-anaknya di kejauhan sana.

(STAR 875. Aydınlıkevler, 28062014, 16.24)

Laut Berkemelut

Laut Berkemelut

:my future princess

jika kau laut
berhentilah berkemelut
dengan gelombang pasang surut

karena kau akan sanggup menggapai
aku di daratan pantai yang landai.

(STAR 874. Aydınlıkevler, 26062014, 02.07)

Secarik Surat Untukmu (15)

Secarik Surat Untukmu (15)

setidaknya kita sempat bertukar kabar lewat surat
sehingga aku mampu memandang matamu melalui mata kata; mata yang lihai berbicara

jangan salahkan ia yang ingin berlama-lama menatap matamu
sebab aku ingin menangkap basah kisah lalu yang tak terucapkan dengan bahasa tanganmu.

mata menyimpan jutaan kenangan, mungkin lebih,
pasti lebih banyak dari pikiran yang meruang sebagai gudang ingatan itu.

(STAR 873. Aydınlıkevler, 21062014, 14.03)

Rindu Lama

Rindu Lama

:Nelly

/1/
tentu tak ada rindu yang baru untuk adikku yang cantik. aku (akan) pulang dengan rindu yang sama, dengan rindu lama; rindu yang telah usang tapi tak pernah lekang dari dentang waktu.

/2/
tiada yang memelukku lebih erat selain rindu sesaat. rindu yang singkat tapi sangat cepat mengantarku pulang ke pelukan hangat orang-orang yang aku sayang.

/3/
jika kau bertanya apa itu rindu, jawabanku akan sesederhana ini: rindu adalah jubah sang waktu yang paling usang, compang-camping tapi ia selalu mengenakannya ketika mengunjungi kesepianku, lalu ia mencopot jubahnya sebentar buat menyelimuti tubuhku agar tak lagi dikerubungi sepi.

(STAR 872. Aydınlıkevler, 19062014, 02.06)

Pencarian

Pencarian

apa yang kau cari, Sayang?
sunyi lagi bersembunyi di balik rembang petang
sebentar lagi malam akan menelan bebayang siang
dan aku belum juga menemukan jalan pulang

akukah yang kau cari-cari sejak tadi pagi?
tapi aku tak akan bertemu matamu yang bergelimang cahaya itu, mataku keruh (tak sebening telaga matamu); terlalu penuh dengan kekosongan waktu masa lalu…..

(STAR 868. Subayevleri, 14062014, 20.05)