Month: November 2014

DaMar 35

DaMar 35

di hari hujan
aku berjalan mencari kata-kata yang berjatuhan
tapi hanya kutemukan beberapa hasrat yang menyesatkan

di hari hujan yang kesekian
aku berjalan lagi tapi kali ini aku mencari kata-kata di jalan puisi
dan kutemukan gerimis yang sedang menyebrangkan seorang gadis,

kutanyakan padanya: di mana aku bisa menemukan kata-kata,
adakah di lorong-lorong sepi?
apakah mereka menghuni ruang kosong dalam hati?

ia hanya mengisyaratkan satu kata; namamu,
akhirnya aku berhenti mencari dan mulai mengerti kalau rintik-rintik rinduku selalu membasuh kenangan
selama hujan masih membasahkan.

(STAR 906. Erkam Evi, 22112014, 12.33)

Itulah Kehendak Sajak Untuk Sebuah Cinta yang Terpisah Jarak

Itulah Kehendak Sajak Untuk Sebuah Cinta yang Terpisah Jarak

biarkan makna kata terungkap sendiri
dari hati kita
menjadi puisi cinta
(jangan khawatir, meskipun baru sebaris jadi, takdir akan menulis separuhnya lagi).

dan seperti senyap yang menyelinap ke ruang tak berpenghuni
mengisi kekosongan dengan berbagai bunyi sunyi,
suatu saat nanti keraguanmu pasti akan lenyap dari diri.

(STAR 905. Erkam Evi, 21112014, 21.27)

Undakan Tangga, Jejak Langkahmu, dan Jarak yang Merentang Jauh di Tubuh Lapangnya

Undakan Tangga, Jejak Langkahmu, dan Jarak yang Merentang Jauh di Tubuh Lapangnya

pada langkahmu yang tergesa-gesa ia ingin berkisah, bercerita tentang apa saja
namun selalu saja sia-sia

kau menginjak-injak ajakannya
dari satu undakan ke undakan berikutnya,
tak bisakah kau berhenti sejenak?

kedua langkah kakimu saling memburu
namun tak kunjung bertemu
hanya saling menjauh pada rentang jarak tubuh lapangnya

(STAR 904. Erkam Evi, 21112014, 19.56)

Kulepas Engkau Lekas Setelah Sejumlah Warna di Langit Hatiku Terkelupas

Kulepas Engkau Lekas Setelah Sejumlah Warna di Langit Hatiku Terkelupas

:kepada Cinta Masa Muda

pagi ini, kulepas engkau dari langit hatiku yang berwarna kelabu
sebab aku tahu; hujan tak selama-lamanya ingin terkurung dalam awan mendung,
dan engkau pun tahu kalau akar pohon berbuah ranum itu lebih pantas meminum rintik-rintik dukamu yang belum kering itu.

siang ini, kulepas engkau dari langit hatiku yang berwarna biru
sebab aku tahu; matahari tak selama-lamanya meninggi di pucuk hari,
dan engkau pun tahu kalau tenggelam ke dalam kegelapan malam bisa memadam terang nyala gelisahmu.

sore ini, kulepas engkau dari langit hatiku yang berwarna merah jambu
sebab aku tahu; senja tak selama-lamanya merona indah seperti wajah bunga gerbera yang merekah jingga,
dan engkau pun tahu kalau laut yang berombak cemburu menghendakimu sejak dulu.

hari ini kulepas engkau dari langit hatiku yang berwarna-warni
yang membatasi gerak-gerikmu yang semakin meninggi,
sebab aku tahu kalau engkau ingin bebas sendiri mewarnai kanvas semesta yang luas tak bertepi.

hari ini kulepas engkau dari langit hatiku yang berwarna-warni
tapi jika suatu saat nanti
langit hatiku sudah berpenghuni
aku akan menerimamu kembali.

(STAR 903. Erkam Evi, 19112014, 17.48)

Ode Kerinduan (I)

Ode Kerinduan (I)

:Ran Jr

Kita tak pernah kehabisan kata,
kita hanya kehilangan masa
untuk menyampaikan kata yang lama tersimpan
sebagai untaian kerinduan.

Kita pernah berteman dengan sejumlah kata sifat yang tak punya kerja lain selain bermain dengan perasaan yang sebelumnya tak kita kenal
tetapi kita telah duluan berkawan dengan kerinduan yang kekal
yang setia menerjemahkan bahasa kata sifat
sehingga dengannya kita juga bisa bersahabat.

(STAR 902. METU, 16112014, 10.57)