Month: October 2015

Sebuah Balon Udara yang Terbang Menuju Langit Bergerimis

Sebuah Balon Udara yang Terbang Menuju Langit Bergerimis

Ingin aku menjauh dari puisi;
lari dari keraguan kata-kata yang mencari makna diri di mata pembaca yang telah dijatuhkan cinta berulang kali
yang terharu memberi arti pada cinta kelirunya;
”Cinta adalah gugurnya bebaris gerimis
dari langit hati
demi menghapus beberapa baris kalimat sedih
yang terlanjur ditulis oleh seorang gadis.”

Ingin aku menjauh dari puisi
berlari dari kata-kata yang belum pasti kebenaran maknanya
tapi telah berani menulis arti cinta yang sebenarnya;
”Cinta adalah sebuah balon udara
yang diisi kekosongan dan keajaiban tak terlihat
yang ringan saat terbang tapi sangat berat ketika dilepaskan tangan.”

Ingin aku menjauh dari puisi
tetapi puisi telah mendekatkan aku dengan kamu
sudah merekatkan namaku dengan namamu dalam satu baris kalimat sedih
sehingga kita tak bisa berpisah dengan tersenyum senang
atau bertepuk tangan melepas balon udara itu dari genggaman…………

(STAR 948. Banten, 04102015, 22.45)