Month: December 2015

Singkat Cerita; Kita Tersesat dalam Keabadian Kata

Singkat Cerita; Kita Tersesat dalam Keabadian Kata

:my future princess

Aku tahu
Kalau kematian dan kehidupan tak berjarak panjang,
Tapi di dalam sajakku selalu hidup penyair abadi
Yang setia membaca puisi untukmu, Sayang.

Aku tahu
Kalau kita bisa saja tersesat dan asing di kehidupan masing-masing; tak saling menemukan,
Tapi di jalan puisi kita pasti bertemu
Saling menyapa dengan mata kata yang mengerling malu-malu…….

(STAR 953. Tangerang Selatan, 28122015, 19.38)

Cinta yang Singgah Sebentar

Cinta yang Singgah Sebentar

Sebenarnya Rey percaya pada satu nama yang bisa mengisi kekosongan di hatinya. Tapi dia sedikit ragu.

Hari demi hari berlalu dengan menyisakan pertanyaan dalam hatinya. Ada sesuatu yang kelihatan bijak dan ingin memberi jawaban. Tapi, Rey tak bisa menjawab dengan perasaan yang belum dikenalinya itu.

Rey telah jatuh cinta lagi. Lagi-lagi cinta yang datang mengetuk pintu hatinya. Entah kenapa, dia berani membuka pintu itu; mempersilakan satu nama untuk mengisi kekosongan hatinya.

Sejenak Rey melupakan sejumlah nama yang menyamar sebagai cinta masa lalunya, yang melamar perasaannya untuk dipermainkan dalam hubungan singkat. Sejenak Rey lupa; “cinta seperti itu hanya singgah sebentar, mudah pergi ke luar hati, dan akan menyisakan penyesalan”.

Topeng

Topeng

Kemarin kau berkata;
“Aku perlu bertukar wajah sebentar
Biar orang-orang yang memandang tidak akan menemukan kesedihan.”

Memang selalu ada cerita duka yang belum rampung dituliskan,
masih menggantung di ketinggian perasaan
Padahal mata sudah ingin menampung kata-katanya
supaya dia punya alasan untuk berpura-pura menangisi kehidupan.

Tapi janganlah berduka di hari hujan seperti ini
karena lapisan kesedihan mudah luntur dari wajah langit,
Jangan biarkan keceriaan gugur setelah lelah menemukan kebahagiaan
di balik raut muka yang dibalut duka…..

(STAR 952. Banten, 21122015, 15.52)

Bingung

Bingung

Rey bingung. Pikirannya sudah lama terkurung di dalam kamarnya. Dia tidak berani membuka pintu. Mungkin lebih tepatnya dia belum siap ke luar. Sesuatu atau seseorang di balik pintu itu setia menunggunya. Entah sejak kapan…….

***

Cinta yang rumit itu ternyata punya ending yang sederhana. Sebuah kisah yang berakhir bahagia belum tentu dirangkai dengan kata-kata semanis madu di awal mulanya. Bisa saja pahit. Kadang-kadang pedas rasanya. Rumit dijelaskan dengan lidah, apalagi dengan logika manusia.

Jadi, ending-nya seperti ini; dua orang jatuh cinta pada saat yang tepat (tidak cepat, tidak terlambat). Padahal sedetik yang lalu mereka tak saling kenal. Dan entah bagaimana, tiba-tiba ada cinta di antara mereka. Tentu saja, awalnya mereka belum kenal dengan cinta seperti itu meskipun dulu sering kali kata “cinta” keluar dari mulut.

Lalu, awal mula cerita cinta mereka seperti apa? Tentu saja, itu bukan cinta mereka. Tapi cinta masing-masing yang asing. Tak saling melengkapi.

Cinta masing-masing mereka sangat rumit. Dihiasi dengan banyak kesalahan.  Dibohongi oleh jutaan perasaan. Sampai-sampai dijatuhkan martabatnya karena terlalu berlebihan. Itulah cintanya Rey kepada seseorang yang sekarang masih setia menunggunya di balik pintu kamar itu.

***

Rey bingung. Langit di luar sedang mendung. Tapi Rey tak peduli. Padahal dia menunggu hujan turun dari minggu lalu.

Rey suka hujan. Tapi seseorang di balik pintu kamarnya sangat membenci hujan. Sebab kemarin dia meninggalkan Rey sendirian di bawah rintik-rintik basahnya. Sebab kemarin dia pergi berteduh sendiri karena benci. Karena benci kepada Rey yang berbuat salah.

***

Dia sudah memaafkan Rey. Tidak butuh waktu yang lama untuk memaafkan tingkah laku Rey. Karena dia mencintai Rey. Karena dia sangat mencintai Rey. Karena cintanya sangat berlebihan. Telah melampaui batas. Sehingga dia mabuk di daratan cinta dan diamuk gelombang rindu di lautan asmara.

***

Rey bingung. Apakah Anda juga bingung membaca cerita ini? Ya, saya juga bingung. Makanya, judul cerita ini adalah “Bingung”.

*untuk seseorang yang sedang bingung dengan perasaannya, padahal dia hanya perlu melangkah keluar kamar dan memarahi seseorang yang sangat berlebihan itu………

Suatu Pagi di Villa Istana Bunga

Suatu Pagi di Villa Istana Bunga

dan pagi menurunkan kabut dari ketinggian
demi menyelimuti mata kata yang lelah mendaki hijau pemandangan di kejauhan tetapi belum menemukan perasaan-perasaanku yang ingin dituliskan

barangkali ada kerinduanku di nun jauh sana
yang hanya melambai-lambai; terbuai sendirian dan diabaikan keramaian………

(STAR 951. Bandung, 16122015, 06.43)

Cinta adalah Seorang Ayah yang Sedang Membacakan Puisi bagi Anak-Anak Kesunyian di Hati

Cinta adalah Seorang Ayah yang Sedang Membacakan Puisi bagi Anak-Anak Kesunyian di Hati

:Novel Ayah

Cinta adalah puisi-puisi Sabari
yang kata-katanya tidak bunuh diri
meskipun ditolak dibaca mata Marlena berulang kali…….

Cinta adalah wajah langit sore yang merona jingga
ketika Marlena melihat keluar jendela
dan merindukan Sabari di usia senjanya……..

(STAR 950. Banten, 07122015, 20.21)