Month: August 2016

Tanggal Kenangan

Tanggal Kenangan

:S

Biarkan suara gemerisik ombak
masuk ke bilik sunyi yang tak terisi bunyi
di hati yang bergejolak
menolak keinginan cinta untuk jatuh sekali lagi.

Angin bergerak dari jarak jauh
dan berlabuh pada tubuh dingin
yang sendirian berjalan menyusuri kehangatan pantai yang landai bagaikan pemahaman kita yang dangkal dan gagal mengurai kesunyian kata; kesenyapan kita.

Mari menerjemah sebuah percakapan di laut;
antara jala nelayan dan mata ikan
yang saling memerangkap takdir masing-masing,
seperti itulah menerjemah
kata-kata yang larut dalam berbagai andai seperti kita yang hanyut dalam kemelut badai perasaan di hati.

Sunyi itu
ingin menjarah kedamaian kita; keramaian kata.

Andai kerinduan bisa kita abaikan seperti keramaian kota yang menyesakkan perasaan,
maka kita bisa tenang berbincang-bincang dengan kenangan tanpa takut dilecut waktu yang selalu terburu-buru berjalan ke masa depan.

(STAR 974. Banda Aceh, 12092016, 20.59)

26

26

/1/ Aku rindu pada senja kota Ankara
yang mengajak kata-kata dan kedua mataku
/2/untuk bersajak
/3/tentang kita
/4/yang terpisah karena sebuah jarak
/5/yang berpisah karena waktu yang bergerak ke arah sebuah masa.

***

/6/Kita adalah sepasang kata yang sedang menemukan jutaan makna bagi diri sendiri
/7/sehingga lupa berbagi sedikit kebahagiaan untuk sebuah perasaan
/8/yang berkeliaran di hati.

***

/9/Cerita cinta bukanlah sebuah kisah penaklukan
/10/meskipun ada yang merasa kalah lalu menyerah pada kenyataan,
/11/Cerita cinta bukanlah sebuah kisah penaklukan
/12/meskipun ada yang menang lalu berkuasa di takhta perasaan,

/13/Cerita cinta adalah sebuah kisah penerimaan
/14/bahwa perbedaan antara kita bukan dua kata yang saling menyalahkan,
/15/Cerita cinta adalah sebuah kisah pemahaman
/16/bahwa persamaan antara kita bukan satu kata yang saling membenarkan.

***

/17/Sejumlah kata telah menyihir mata penyair
/18/sehingga ia terpaksa menemukan takdir pada sebuah syair
/19/yang bersajak tentang gadis-gadis rembulan,
/20/tentang tangisan awan,
/21/tentang manis kenangan,

/22/Tetapi aku akan menemukan takdir seperti itu
/23/di air matamu yang haru dan biru karena rindu
/24/kepadaku.

***

/25/Selamat berulang tahun, penyair muda!
/26/Meskipun tanpa ucapan apa-apa, selalu ada kecupan pada bibir kata.

(STAR 972. Banda Aceh, 20082016, 20.08)

Cinta Kita

Cinta Kita

:my future princess

cinta adalah sebuah kata
yang cukup dan sederhana di dunia
untuk memberi sejuta makna dan rasa pada kita.

(STAR 971. Banda Aceh, 13082016, 19.11)

Mari Bersajak

Mari Bersajak

Mari menembak
Burung-burung yang hinggap di sajak murung ini,
Jangan biarkan mereka mematahkan reranting kata yang kering.

Burung gagak itu
Mengoyak-ngoyak sepimu

Langit yang mendung itu
Mengandung benih-benih hujan rindumu.

Mari menombak kata-kata asing
Dengan ujung mata yang terpicing runcing
yang sangat tajam membaca kehidupan silam
yang teramat kejam membuka kenangan kelam.

Keasingan itu
adalah sebuah kata juga
yang menjauh dari kata-kata lain
sebab lebih memilih makna sendiri.

Mari bersajak tentang rembulan dan kerinduan, tentang anggur dan gugurnya dedaunan,
Karena cinta adalah keindahan yang menggapai ketinggian
Karena kita adalah orang-orang biasa yang terbiasa mabuk karena cinta.

(STAR 970. Banda Aceh, 08082016, 18.33)

Kata-Kata Telah Lupa Kalau Ada Cinta di Tengahnya yang Serupa Kita

Kata-Kata Telah Lupa Kalau Ada Cinta di Tengahnya yang Serupa Kita

/A/
Sebenarnya kita tak punya apa-apa
Selain beberapa patah kata dan sebuah lupa.

/K/
Tapi aku punya cinta!

/A/
Cinta adalah sebuah kata. Sebuah kata yang tak cukup. Tak cukup mengecup wajah kenyataan.

/K/
Iya,
Cinta adalah sebuah kata. Sebuah kata yang lebih. Yang lebih memilih aku dari kamu.

(STAR 969. Banda Aceh, 07082016, 18.43)

Cahaya Jatuh Cinta pada Kegelapan Matamu

Cahaya Jatuh Cinta pada Kegelapan Matamu

Yang datang menghalang pandangan matamu adalah sebuah petang yang hilang dari wajah langit kotaku.
Malam yang bertambah kelam bertambah kejam setelah
membuka pintu mata untuk kegelapan
dan kenangan.

Matamu memang tak sepenuhnya bercahaya, ada separuh kenangan masa silam yang bermalam ketika pejam tiba
Sehingga perasaanmu meraba-raba apa yang tersisa
dari melankolisnya kata-kata, dari manisnya cinta.

(STAR 968. Banda Aceh, 06082016, 19.48)

Rindu Itu

Rindu Itu

Tak usah pedulikan kerinduanku,
Rindu hanyalah serumpun perdu yang tumbuh liar di dadaku,
Tetapi setelah sentuhan tanganmu
menjadi ladang ilalang yang membiakkan ragu

Tak usah pedulikan kerinduanku,
Rindu adalah sebuah kata tanpa huruf a; seperti nama kamu
Tetapi ditakdirkan berakhir dengan huruf u seperti a-k-u

Tak usah pedulikan kerinduanku,
Rindu telah merekah indah sebagai bunga kamboja
Di kota kelahiran kita
Di pinggiran kuburan tua,
Tetapi kamu tidak pernah berziarah ke sana.

(STAR 967. Banda Aceh, 04082016, 14.23)