Turbulensi Aneh pada Jakarta – Banda Aceh

Turbulensi Aneh pada Jakarta – Banda Aceh

Penyair kita sangat lihai menerbangkan perasaannya bersama pesawat udara,
lewat kata-kata yang melambai-lambai dari luar jendela

Di kursi dua puluh satu D dia bertanya apa,
Apa yang ingin dikatakan kata-kata pada suatu ketinggian yang diguncang kecemasan?
Cinta?

Tapi cinta tidak tepat diucapkan tanpa kepastian.

Penyair kita teringat kepada ibu Kenangan yang berkata jangan
pada Lupa yang mengajaknya ke ketiadaan
karena ada beberapa hal yang harus diwariskan pada anak-anak Perasaan
agar mereka belajar jadi dewasa dan tidak cepat suka pada kata-kata yang dapat membuat luka.

Goncangan pada tubuh udara meluruhkan keinginannya untuk menjauh dari keriuhan bumi,
Ada kehampaan udara atau gumpalan cumolonimbus yang menyapa
dan sekaligus menyentuh ketakutan tanpa berkata apa-apa

Tapi cinta tidak cepat dikatakan, bukan?

(STAR 1013. Banda Aceh, 21092017, 10.46)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *