Category: Surat

Dear Ibunda (3)

Dear Ibunda (3)

Assalamu’alaikum,
Semoga Allah SWT selalu mencurahkan cinta-Nya kepada kita.

Dear Ibunda,
Langit di kota ini sedang cerah. Awan berarakan dengan bebas di kanvas biru langit. Ia mengingatkan Ananda pada sebuah siang beberapa tahun silam.

Sepulang dari sekolah, kita duduk menunggu Ayahanda yang setia menjemput keluarganya. Ibunda membiarkan Ananda bermain bebas di halaman sekolah yang telah kosong. Sepi karena teman-teman telah pulang. Kita selalu menjadi yang terakhir pulang atau “juru kunci”.

Siang di hari-hari itu sangat cerah. Ananda baru merasakannya sekarang. Meskipun lelah menunggu ataupun letih duduk di kantor guru, ternyata ada sebuah kehangatan yang teduh di sana. Berada di sisimu di siang itu adalah kecerahan hariku.

Ibunda, maafkan Ananda yang belum bisa mencerahkan hari-hari itu. Selalu saja ada awan mendung yang Ananda halau ke langit hatimu. Ananda akan berusaha menjadi matahari bagimu. Matahari yang akan menyinari dan mencerahkan hari-harimu.

[Ankara, 24 Maret 2012]

Dear Ibunda (2)

Dear Ibunda (2)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ila ummi, yang telah mengajari Ananda menulis, membaca, dan mencinta.

Dear Ibunda, apa kabar keluarga di rumah mungil tempat Ananda lahir? Apakah Ibunda, Ayahanda, Bang Di, Dek Yi, Aci, dan Nelly dalam keadaan sehat walafiyat? Ananda hanya bisa berdo’a kepada Allah SWT semoga DIA selalu melimpahkan rahmat dan karuniaNYA kepada keluarga kita. πŸ˜€

Dear Ibunda, pagi ini Ananda masih dianugerahi nikmat pikiran, kesehatan, dan kehidupan sehingga mampu untuk menulis sepucuk surat cinta kepada Ibunda tersayang. Jangan risau, Alhamdulillah Ananda sehat dan masih kuat melangkah di atas jembatan impian ini dengan do’a dan restu Ibunda πŸ™‚

Dear Ibunda, Ananda tidak akan melupakan tempat Ananda dibesarkan dengan cinta tulus dan kasih sayang. Di sana Ananda disinari cahaya ketulusan Ibunda, Ayahanda, Abang, dan adik-adik sehingga Ananda masih bisa bersinar di gelap gulitanya negeri ini.

Dear Ibunda, maafkan Ananda karena selama ini belum sempat memberi khabar lewat sambungan suara. Ananda sedang berusaha untuk memberi khabar sesegera mungkin. Jangan khawatir Ibunda, di sini semuanya baik-baik saja πŸ™‚

Dear Ibunda, cuaca di sini telah membaik. Dua hari yang lalu salju lebat turun. Ia menyulap kota ini menjadi putih bersih. Ia juga sempat menciptakan badai yang membuat kami susah dalam menempuh kegiatan belajar. Alhamdulillah, hari-hari telah bersemi kembali πŸ˜€

Dear Ibunda, Ananda sedang mempersiapkan sebuah kejutan untuk Ibunda dan keluarga. Do’akan saja, semoga persiapannya berjalan dengan lancar. Ananda ingin mengukir senyuman di wajah Ibunda. Ananda ingin mencium kedua tangan Ibunda yang telah merawat dan membelai cinta Ananda. Ananda juga ingin memegang tangan Ibunda ketika ketakutan menyelimuti Ananda, seperti ketika Ananda masih kecil dulu πŸ˜€

Dear Ibunda, terima kasih karena telah mengizinkan Ananda mengalir jauh sampai ke seberang samudra. Ananda akan keruh kalau tidak mengalir. Terima kasih, Ananda telah banyak belajar tentang kehidupan selama menerjang arus deras di belahan dunia ini πŸ™‚

Dear Ibunda, terima kasih karena telah melepas Ananda dari busur panah. Karena dengan itu, Ananda bisa terbang mencapai sasaran. Terima kasih, Ananda bisa belajar bertahan dari godaan angin yang berhembus kuat πŸ™‚

Dear Ibunda, banyak kisah yang ingin Ananda ceritakan. Insya Allah Ananda akan menceritakan semuanya nanti, ketika kejutan itu terwujud. Ibunda, tiada yang tahu tentang kepulangan. Bisa jadi Ananda terlebih dahulu pulang ke sisiNYA (semoga saja Allah SWT menerima amal-amal Ananda) sebelum pulang ke sisi Ibunda. Jika hal itu terjadi, jangan terlalu bersedih Ibunda. Ananda tidak mau lagi melihat air mata yang menetes di wajah cantik Ibunda. Ananda hanya menginginkan do’a abadi dan bacaan ayat-ayat cintaNYA dari Ibunda πŸ™‚

Dear Ibunda, tersenyumlah πŸ™‚ karena senyuman Ibunda membuat Ananda bahagia :). Semoga saja Allah SWT senantiasa melindungi Ibunda beserta keluarga tercinta di sebuah desa nun jauh di sana πŸ™‚

Wasallam,

(Salam rindu dan cinta dari Ananda) πŸ˜€

Dear SeuLanga (3)

Dear SeuLanga (3)

Dear SeuLanga, my heart persuaded me to write this letter to you. Don’t ask me why, I also didn’t understand the reason of writing these words. I just let my fingers dance on the keypad as my heart was trying to ask something, many things indeed πŸ˜›

Dear SeuLanga, how’re you there? πŸ™‚ This is the first question that seems ridiculous. Coz I always ask this question to you, every day. I know that you can’t hear this ridiculous question, but HE always hears it and I answer by myself in every do’a “you’re fine and doing well there”. And it makes me feel better.

Dear SeuLanga, I hope that you still remember the way to our home. Actually I wanted to post this letter to our home’s address. Maybe when you go home, you would find this letter inside the mailbox. But, I posted it here instead.

Dear SeuLanga, I wanted to ask many things, but my heart only asked one thing : are you fine???

Dear SeuLanga, I can’t lie to my self that I’m happy coz you have a lot of friends there, your beloved people around you. At least, you can share your happiness and sadness with them. I’m too far away eventhough I wanna share many things, but do you know?? You are so close, I can see it, just like our eyes staring at stars…..

Dear SeuLanga (2) Part 2

Dear SeuLanga (2) Part 2

………………………………………………………

Dear Seulanga :), disebutkan disitu “Saat itu kutahu, bahwa cemburu, juga seperti iri, dan seperti dengki, ia bak seekor omnivor yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui darah, lalu bercokol di dalam perut dan membunuh orang yang memeliharanya dengan memakan hatinya, sedikit demi sedikit”.

Dear Seulanga :), Ikal semakin sengsara dalam kecemburuannya. A Ling tak bisa ditemui. Ternyata “Cinta akan membawa pelakunya pada kegilaan dan kesengsaraan yang tak terbayangkan” !!! Ia sudah meminta bantuan seorang Detektif Kampung, M.Nur namanya, untuk menyelidiki hubungan A Ling dan Zenar. Dari informasi yang didapatkan, ia pun mengiyakan kalau A Ling sudah dipinang oleh Zenar.

Dear Seulanga :), Ikal berniat melupakan A Ling. Tetapi ia tak sanggup. Cinta pertamanya tak bisa dilupakan begitu saja. Akhirnya ia pulang ke rumah dan memutuskan untuk pergi merantau ke Jakarta bersama sahabat dekatnya, Detektif M. Nur. Ia berharap bisa melupakan A Ling dengan pergi jauh.

Dear Seulanga :), rupanya keinginan dia untuk menjauh ditaklukkan oleh rasa cemburu juga. Ia membatal niatnya di depan kapal yang sudah bersiap berangkat. Detektif M.Nur juga membatalkan keberangkatannya. Alasannya : ia tidak tega jauh dari Jose Rizal !!!!, burung merpati kesayangannya yang selalu membantu ia mengantarkan pesan-pesan rahasia kepada penyewa jasanya,termasuk Ikal.

Dear Seulanga :), Ikal masih cemburu kepada Zenar. Hatinya belum tenang sebelum ia bisa mengalahkan kehebatan-kehebatan Zenar. Ia ingin membuktikan kepada A Ling bahwa ia bisa lebih hebat darinya. Dengan bantuan Sang Detektif kampungan itu lagi, ia berusaha mengalahkan Zenar dalam pertandingan-pertandingan perayaan HUT RI di kampungnya. Nasib tak berpihak kepadanya, Zenar memang lebih unggul dari Ikal. Terbukti ia mengalahkan Ikal di pertandingan Catur, Tenis Meja, dan Sepak Bola.

Dear Seulanga :), Ikal tetap tidak mau menyerah. Ia memesan Ortoceria, alat peninggi badan dari Jakarta. Ia mau menambah tinggi badan supaya tidak kalah dengan tinggi badan Zenar. Tapi, lagi-lagi ia bernasib sial. Ortoceria hampir membunuhnya. Tali penggantung alat itu mencekik lehernya. Untung saja, Si Enong membantunya. Ia mengira kalau Ikal sedang mencoba bunuh diri.

Dear Seulanga :), akhirnya Ikal putus asa dan berniat untuk berangkat ke Jakarta. Ia tetap tidak berhasil mengalahkan kelebihan-kelebihan Zenar. Tapi ia juga tidak bisa melupakan A Ling, cinta pertamanya.

Dear Seulanga :), sehari sebelum keberangkatannya, ia terkejut dengan kedatangan A Ling ke rumahnya. Ia mau mengantarkan undangan perkawinan Zenar dengan seorang wanita, bukan dirinya !!! Ternyata cemburu yang dipelihara oleh ikal adalah cemburu buta !!! A Ling adalah kerabat mempelai dan sebagai matcomblang !!! Tapi ia harus merahasiakannya dari siapun, karena tradisinya begitu.

Dear Seulanga :), sore itu, Jose Rizal terbang ke rumah Ikal dan menyampaikan permohonan maaf Detektif M.Nur atas kesalahan penyelidikannya. Walaupun sering berbuat salah dan agak gila, aku kagum dengan tokoh ini. Ia sangat profesional dalam bekerja sebagai satu-satunya Detektif jadi-jadian di kampung itu. Aksi-aksinya sungguh luar biasa dan kadang-kadang konyol, mengundang tawa. Ia juga berhasil menangani beberapa kasus pencurian dan rumah tangga dengan kelihaiannya.

Dear Seulanga :), satu lagi yang aku kagumi dari Detektif M.Nur, ia SELALU GEMBIRA. Padahal semua kekurangan ada padanya. Lebih banyak kekurangan fisiknya daripada Ikal. Ia juga bujang lapuk, belum mendapat pasangan hidupnya. Tetapi ia selalu gembira menjalani hari-harinya. Kuncinya adalah BERSYUKUR. Sungguh aku malu dengan dia.

Dear Seulanga :), Ikal membatalkan niatnya ke Jakarta. Ia menghadiri pesta perkawinan itu bersama A Ling. Disana, ia menyerahkan satu puisi yang ia tulis waktu masih duduk di bangku SD kepada A Ling. Isinya, ia kasmaran dengan komedi putar di Padang Bulan, tempat pertama mereka bertemu dalam bingkai cinta pertama. Diceritakan juga kalau ayahnya Ikal sudah setuju dengan hubungan mereka. A happy ending story, hehehe.

Dear Seulanga :), begitulah cerita Padang Bulan. Insya Allah, nanti akan kuceritakan juga Kisah di Novel Cinta di Dalam Gelas. Semoga kau bisa terus tersenyum dalam perjuangan ini. Tetap semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat, kita pasti bisa πŸ™‚

Wasallam,

(B.S)

*Kalau tidak salah namanya Zenar.

Dear SeuLanga (2) Part 2

Dear SeuLanga (2) Part 2

………………………………………………………

Dear Seulanga :), disebutkan disitu “Saat itu kutahu, bahwa cemburu, juga seperti iri, dan seperti dengki, ia bak seekor omnivor yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui darah, lalu bercokol di dalam perut dan membunuh orang yang memeliharanya dengan memakan hatinya, sedikit demi sedikit”.

Dear Seulanga :), Ikal semakin sengsara dalam kecemburuannya. A Ling tak bisa ditemui. Ternyata “Cinta akan membawa pelakunya pada kegilaan dan kesengsaraan yang tak terbayangkan” !!! Ia sudah meminta bantuan seorang Detektif Kampung, M.Nur namanya, untuk menyelidiki hubungan A Ling dan Zenar. Dari informasi yang didapatkan, ia pun mengiyakan kalau A Ling sudah dipinang oleh Zenar.

Dear Seulanga :), Ikal berniat melupakan A Ling. Tetapi ia tak sanggup. Cinta pertamanya tak bisa dilupakan begitu saja. Akhirnya ia pulang ke rumah dan memutuskan untuk pergi merantau ke Jakarta bersama sahabat dekatnya, Detektif M. Nur. Ia berharap bisa melupakan A Ling dengan pergi jauh.

Dear Seulanga :), rupanya keinginan dia untuk menjauh ditaklukkan oleh rasa cemburu juga. Ia membatal niatnya di depan kapal yang sudah bersiap berangkat. Detektif M.Nur juga membatalkan keberangkatannya. Alasannya : ia tidak tega jauh dari Jose Rizal !!!!, burung merpati kesayangannya yang selalu membantu ia mengantarkan pesan-pesan rahasia kepada penyewa jasanya,termasuk Ikal.

Dear Seulanga :), Ikal masih cemburu kepada Zenar. Hatinya belum tenang sebelum ia bisa mengalahkan kehebatan-kehebatan Zenar. Ia ingin membuktikan kepada A Ling bahwa ia bisa lebih hebat darinya. Dengan bantuan Sang Detektif kampungan itu lagi, ia berusaha mengalahkan Zenar dalam pertandingan-pertandingan perayaan HUT RI di kampungnya. Nasib tak berpihak kepadanya, Zenar memang lebih unggul dari Ikal. Terbukti ia mengalahkan Ikal di pertandingan Catur, Tenis Meja, dan Sepak Bola.

Dear Seulanga :), Ikal tetap tidak mau menyerah. Ia memesan Ortoceria, alat peninggi badan dari Jakarta. Ia mau menambah tinggi badan supaya tidak kalah dengan tinggi badan Zenar. Tapi, lagi-lagi ia bernasib sial. Ortoceria hampir membunuhnya. Tali penggantung alat itu mencekik lehernya. Untung saja, Si Enong membantunya. Ia mengira kalau Ikal sedang mencoba bunuh diri.

Dear Seulanga :), akhirnya Ikal putus asa dan berniat untuk berangkat ke Jakarta. Ia tetap tidak berhasil mengalahkan kelebihan-kelebihan Zenar. Tapi ia juga tidak bisa melupakan A Ling, cinta pertamanya.

Dear Seulanga :), sehari sebelum keberangkatannya, ia terkejut dengan kedatangan A Ling ke rumahnya. Ia mau mengantarkan undangan perkawinan Zenar dengan seorang wanita, bukan dirinya !!! Ternyata cemburu yang dipelihara oleh ikal adalah cemburu buta !!! A Ling adalah kerabat mempelai dan sebagai matcomblang !!! Tapi ia harus merahasiakannya dari siapun, karena tradisinya begitu.

Dear Seulanga :), sore itu, Jose Rizal terbang ke rumah Ikal dan menyampaikan permohonan maaf Detektif M.Nur atas kesalahan penyelidikannya. Walaupun sering berbuat salah dan agak gila, aku kagum dengan tokoh ini. Ia sangat profesional dalam bekerja sebagai satu-satunya Detektif jadi-jadian di kampung itu. Aksi-aksinya sungguh luar biasa dan kadang-kadang konyol, mengundang tawa. Ia juga berhasil menangani beberapa kasus pencurian dan rumah tangga dengan kelihaiannya.

Dear Seulanga :), satu lagi yang aku kagumi dari Detektif M.Nur, ia SELALU GEMBIRA. Padahal semua kekurangan ada padanya. Lebih banyak kekurangan fisiknya daripada Ikal. Ia juga bujang lapuk, belum mendapat pasangan hidupnya. Tetapi ia selalu gembira menjalani hari-harinya. Kuncinya adalah BERSYUKUR. Sungguh aku malu dengan dia.

Dear Seulanga :), Ikal membatalkan niatnya ke Jakarta. Ia menghadiri pesta perkawinan itu bersama A Ling. Disana, ia menyerahkan satu puisi yang ia tulis waktu masih duduk di bangku SD kepada A Ling. Isinya, ia kasmaran dengan komedi putar di Padang Bulan, tempat pertama mereka bertemu dalam bingkai cinta pertama. Diceritakan juga kalau ayahnya Ikal sudah setuju dengan hubungan mereka. A happy ending story, hehehe.

Dear Seulanga :), begitulah cerita Padang Bulan. Insya Allah, nanti akan kuceritakan juga Kisah di Novel Cinta di Dalam Gelas. Semoga kau bisa terus tersenyum dalam perjuangan ini. Tetap semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat, kita pasti bisa πŸ™‚

Wasallam,

(B.S)

*Kalau tidak salah namanya Zenar.

Dear SeuLanga (2) Part 1

Dear SeuLanga (2) Part 1

πŸ˜€ SaLam,,, πŸ˜€

Dear SeuLanga :), seperti janjiku dulu, aku akan menceritakan sebuah kisah kepadamu. Kisah yang telah aku baca dalam Novel Padang BuLan selama sehari penuh. Aku terinspirasi darinya dan termotivasi supaya terus berjalan di jembatan impian demi meraih masa depan dan kebahagiaan. Sesulit apapun itu kita harus melaju. Aku harap kamu akan termotivasi juga nantinya.

Dear SeuLanga :), Novel Padang Bulan sungguh luar biasa menurutku. Si Penulis, Andrea Hirata, telah berhasil menyeretku ke kampung halamannya, Tanjung Pandan di Belitong nun jauh disana. Seolah-olah aku sendiri berada di tengah-tengah masyarakat Melayu dan Tionghoa kampung itu, menyaksikan keunikan, kegigihan, kerja keras, impian, kekeluargaan, persahabatan, dan cinta yang tiada bandingannya. Sungguh luar biasa. Suatu hari kamu harus membeli (atau meminjam barangkali) Novel itu dan bersiap-siaplah menjelajah kehebatan ceritanya.

Dear SeuLanga :), baiklah aku akan bercerita kepadamu. Sepertinya kau sudah tidak sabar ingin mendengarkannya sekarang. Hmm, Padang Bulan berkisah tentang dua tokoh utama ; Si Ikal dan Si Enong alias Maryamah binti Zamzami yang hidup di tengah-tengah kemiskinan setelah PN Timah gulung tikar. Sebelumnya, Si Enong terpaksa berhenti sekolah karena Ayahnya meninggal tertimbun sewaktu menggali tambang ketika Enong sedang tekun belajar pelajaran favoritnya (Bahasa Inggris) di bangku Sekolah Dasar. Ia dipaksa oleh keadaan untuk menjadi tulang punggung keluarga karena ia adalah putri sulung. Ia harus bekerja di usianya yang masih kecil untuk menghidupi ibu dan tiga adik-adiknya yang masih kecil.

Dear SeuLanga :), dia berangkat ke kota untuk mencari pekerjaan, tetapi dia tidak diterima bekerja dimanapun. Ia telah melamar menjadi Penjaga Toko, Penjaga Warung, Buruh, Tukang Cuci. Mereka semua menolaknya. Alasannya cuma satu : ia masih kecil untuk bekerja. Akhirnya ia kembali ke kampung.

Dear SeuLanga :), sangat susah mencari pekerjaan di kampung halamannya. Akhirnya, ia berbuat nekat. Demi segenggam beras untuk keluarganya, ia mendulang timah !! Dikatakan disitu bahwa mendulang timah adalah pekerjaan yang serendah-rendahnya dan sekasar-kasarnya. Ia tak punya pilihan lain. Ia menjadi wanita pendulang timah PERTAMA di sana. Ia harus bekerja keras mencangkul dan berendam dari pagi sampai sore di bawah terik matahari sampai-sampai kulitnya kasar dan hitam legam. Kalau beruntung, ia hanya mendapat segenggam sisa-sisa timah hasil tambangan dahulu. Itupun sangat jarang. Ia mendulang dari satu lahan ke lahan lainnya dengan mengorbankan nyawanya.

Dear SeuLanga :), orang-orang di kampung menghinanya tetapi ia tak pernah peduli. Ia juga sering ditipu. Ia menjalani semuanya dengan sabar dan bersyukur. Semuanya demi keluarganya, demi masa depan adik-adiknya.

Dear SeuLanga :), salah satu hal yang membuat aku kagum dengan tokoh Maryamah binti Zamzami ini adalah SEMANGAT BELAJARnya. Keadaan yang sangat sulit sekalipun tidak mampu membunuh keinginan dan impiannya. Ia tetap belajar Bahasa Inggris !! Di sela-sela pekerjaan kasarnya, ia menyempatkan diri ke kantor pos. Ia belajar Bahasa Inggris dengan sahabat penanya dan mengambil katalog-katalog berbahasa Inggris di kantor pos. Ia mencatat kosakata baru dan berusaha mencari maknanya di Kamus Bahasa Inggris 1 Milyar, satu-satunya barang warisan paling berharga dari ayahnya.

Dear SeuLanga :), semangat belajarnya tidak pernah pudar. Ia juga ikut kursus Bahasa Inggris di kota, dua kali seminggu. Ia adalah murid paling tua dan beruntung diterima oleh seorang guru yang baik hati. Ia sangat tekun, alhasil ia lulus dan masuk ke dalam lima lulusan terbaik !!! Sungguh luar biasa.

Dear SeuLanga :), kisah si Enong alias Maryamah binti Zamzami berhenti sampai di sini dalam Novel Padang Bulan. Kisah selanjutnya dilanjutkan di Novel Cinta di Dalam Gelas. Alhamdulillah, aku telah membacanya juga. Nanti akan aku ceritakan lanjutan kisahnya. Bagaimana semangat belajarnya berhasil merubahnya menjadi Maryamah Karpov !!! Ia sungguh luar biasa, tidak pernah menangisi takdir-NYA.

Dear SeuLanga :), adapun kisah Si Ikal alias Andrea Hirata, merupakan lanjutan dari Tetralogi Laskar Pelangi. Ia masih setia kepada cinta pertamanya waktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar dulu, A Ling. Ia masih mencintai gadis Tionghoa tersebut walaupun ditentang oleh kedua orang tuanya. Akibatnya, ia minggat dari rumah demi cintanya yang sangat besar itu.

Dear SeuLanga :), cinta keduanya terus bersemi sampai suatu ketika angin cemburu merontokkannya. A Ling menghilang dari rumahnya dan dikabarkan telah dipinang oleh Zenar*, seorang pemuda tampan, tinggi, dan idaman para wanita. Ia memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh Ikal. Akibatnya, Ikal patah hati dan diliputi rasa cemburu yang luar biasa.

Bersambung ke Part 2 >>>>>>> ❗

Dear SeuLanga (2) Part 1

Dear SeuLanga (2) Part 1

πŸ˜€ SaLam,,, πŸ˜€

Dear SeuLanga :), seperti janjiku dulu, aku akan menceritakan sebuah kisah kepadamu. Kisah yang telah aku baca dalam Novel Padang BuLan selama sehari penuh. Aku terinspirasi darinya dan termotivasi supaya terus berjalan di jembatan impian demi meraih masa depan dan kebahagiaan. Sesulit apapun itu kita harus melaju. Aku harap kamu akan termotivasi juga nantinya.

Dear SeuLanga :), Novel Padang Bulan sungguh luar biasa menurutku. Si Penulis, Andrea Hirata, telah berhasil menyeretku ke kampung halamannya, Tanjung Pandan di Belitong nun jauh disana. Seolah-olah aku sendiri berada di tengah-tengah masyarakat Melayu dan Tionghoa kampung itu, menyaksikan keunikan, kegigihan, kerja keras, impian, kekeluargaan, persahabatan, dan cinta yang tiada bandingannya. Sungguh luar biasa. Suatu hari kamu harus membeli (atau meminjam barangkali) Novel itu dan bersiap-siaplah menjelajah kehebatan ceritanya.

Dear SeuLanga :), baiklah aku akan bercerita kepadamu. Sepertinya kau sudah tidak sabar ingin mendengarkannya sekarang. Hmm, Padang Bulan berkisah tentang dua tokoh utama ; Si Ikal dan Si Enong alias Maryamah binti Zamzami yang hidup di tengah-tengah kemiskinan setelah PN Timah gulung tikar. Sebelumnya, Si Enong terpaksa berhenti sekolah karena Ayahnya meninggal tertimbun sewaktu menggali tambang ketika Enong sedang tekun belajar pelajaran favoritnya (Bahasa Inggris) di bangku Sekolah Dasar. Ia dipaksa oleh keadaan untuk menjadi tulang punggung keluarga karena ia adalah putri sulung. Ia harus bekerja di usianya yang masih kecil untuk menghidupi ibu dan tiga adik-adiknya yang masih kecil.

Dear SeuLanga :), dia berangkat ke kota untuk mencari pekerjaan, tetapi dia tidak diterima bekerja dimanapun. Ia telah melamar menjadi Penjaga Toko, Penjaga Warung, Buruh, Tukang Cuci. Mereka semua menolaknya. Alasannya cuma satu : ia masih kecil untuk bekerja. Akhirnya ia kembali ke kampung.

Dear SeuLanga :), sangat susah mencari pekerjaan di kampung halamannya. Akhirnya, ia berbuat nekat. Demi segenggam beras untuk keluarganya, ia mendulang timah !! Dikatakan disitu bahwa mendulang timah adalah pekerjaan yang serendah-rendahnya dan sekasar-kasarnya. Ia tak punya pilihan lain. Ia menjadi wanita pendulang timah PERTAMA di sana. Ia harus bekerja keras mencangkul dan berendam dari pagi sampai sore di bawah terik matahari sampai-sampai kulitnya kasar dan hitam legam. Kalau beruntung, ia hanya mendapat segenggam sisa-sisa timah hasil tambangan dahulu. Itupun sangat jarang. Ia mendulang dari satu lahan ke lahan lainnya dengan mengorbankan nyawanya.

Dear SeuLanga :), orang-orang di kampung menghinanya tetapi ia tak pernah peduli. Ia juga sering ditipu. Ia menjalani semuanya dengan sabar dan bersyukur. Semuanya demi keluarganya, demi masa depan adik-adiknya.

Dear SeuLanga :), salah satu hal yang membuat aku kagum dengan tokoh Maryamah binti Zamzami ini adalah SEMANGAT BELAJARnya. Keadaan yang sangat sulit sekalipun tidak mampu membunuh keinginan dan impiannya. Ia tetap belajar Bahasa Inggris !! Di sela-sela pekerjaan kasarnya, ia menyempatkan diri ke kantor pos. Ia belajar Bahasa Inggris dengan sahabat penanya dan mengambil katalog-katalog berbahasa Inggris di kantor pos. Ia mencatat kosakata baru dan berusaha mencari maknanya di Kamus Bahasa Inggris 1 Milyar, satu-satunya barang warisan paling berharga dari ayahnya.

Dear SeuLanga :), semangat belajarnya tidak pernah pudar. Ia juga ikut kursus Bahasa Inggris di kota, dua kali seminggu. Ia adalah murid paling tua dan beruntung diterima oleh seorang guru yang baik hati. Ia sangat tekun, alhasil ia lulus dan masuk ke dalam lima lulusan terbaik !!! Sungguh luar biasa.

Dear SeuLanga :), kisah si Enong alias Maryamah binti Zamzami berhenti sampai di sini dalam Novel Padang Bulan. Kisah selanjutnya dilanjutkan di Novel Cinta di Dalam Gelas. Alhamdulillah, aku telah membacanya juga. Nanti akan aku ceritakan lanjutan kisahnya. Bagaimana semangat belajarnya berhasil merubahnya menjadi Maryamah Karpov !!! Ia sungguh luar biasa, tidak pernah menangisi takdir-NYA.

Dear SeuLanga :), adapun kisah Si Ikal alias Andrea Hirata, merupakan lanjutan dari Tetralogi Laskar Pelangi. Ia masih setia kepada cinta pertamanya waktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar dulu, A Ling. Ia masih mencintai gadis Tionghoa tersebut walaupun ditentang oleh kedua orang tuanya. Akibatnya, ia minggat dari rumah demi cintanya yang sangat besar itu.

Dear SeuLanga :), cinta keduanya terus bersemi sampai suatu ketika angin cemburu merontokkannya. A Ling menghilang dari rumahnya dan dikabarkan telah dipinang oleh Zenar*, seorang pemuda tampan, tinggi, dan idaman para wanita. Ia memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh Ikal. Akibatnya, Ikal patah hati dan diliputi rasa cemburu yang luar biasa.

Bersambung ke Part 2 >>>>>>> ❗

Dear Ibunda (1)

Dear Ibunda (1)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh πŸ™‚

Kepada seorang Ibu yang selalu menitikkan air mata do’anya untuk kelima buah hatinya.

Dear Ibunda Tercinta, πŸ˜€
Ananda hanya mampu berdo’a kepada Yang Maha Mendengar, semoga Dia memberi lindungan dan kesehatan kepada Ibunda, Ayahanda, Abang, Adik-adik dan keluarga kita semua.
Alhamdulillah, Ananda masih dianugerahi kesehatan dan kesempatan untuk mengucapkan “Marhaban Ya Ramadhan”, Semoga Allah menerima ibadah puasa kita.

Dear Ibunda,
Maafkan anakmu ini karena ia tidak bisa menghapus air mata rindumu pada hari Meugang ini. :(. Tadi Ananda sudah mendengar suara Ibunda yang menyebut-nyebut nama Ananda, tetapi suara Ananda tidak terdengar kesana. Kesal πŸ™ . Headset Warnet itu rusak!! Bayarnya tetap mahal !! Tetapi Ananda tidak berani mengeluh lagi. Karena Ibunda pernah bilang kalau keluhan itu sia-sia, tidak menyelesaikan masalah.

Dear Ibunda, πŸ˜€
Alhamdulillah Ananda masih cukup kuat untuk berjalan di jembatan impian pilihan sendiri ini. Walaupun angin kerinduan sempat mengoyahkan langkah kaki, Ananda masih bisa berpegang pada tali kesabaran. πŸ™‚ Ibunda tak perlu terlalu mencemaskan langkah kaki ini dalam mengejar cita. Karena do’a dan restu Ibunda selalu melindungi Ananda.

Dear Ibunda, πŸ˜€
Ini adalah Meugang kedua tanpa kehadiran Ananda di tengah-tengah keluarga. Ananda tidak sedih dan tidak mengalirkan air mata. Karena ini adalah pilihan Ananda sendiri. Jadi, Jangan bersedih hati ya, Ibunda. Walau bagaimanapun, Ananda tetap bahagia karena masih memiliki Cinta dari seorang Ibunda πŸ™‚

Dear Ibunda, πŸ˜€
Sampai detik ini, Ananda masih belum bisa membalas semua kebaikan dan kasih sayang Ibunda yang seperti cahaya mentari itu. Selalu menyinari asa Ananda di negeri ini.

Wasallam.

Dear Seulanga

Dear Seulanga

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh…

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Dear Seulanga, kurangkai kata-kata ini dengan hati yang masih dipenuhi ribuan tanda tanya. Kuyakinkan penyesalan yang sedang bertahta untuk melirik kesalahanku padamu. Kuberanikan diri yang lemah ini untuk bertanya tentang kemarahanmu…

Dear Seulanga, aku tersenyum ketika kau menikamku dengan kata “JAHAT”. Aku masih tidak percaya dengan tikamanmu. Sungguh aku tidak tau, apakah aku telah berubah menjadi sebuah bintang jahat bagimu?

Dear Seulanga, aku telah mati sebelum aku mendengar kabar tentang niatmu untuk membunuhku. Tak perlu membunuhku lagi karena aku telah lama mati dalam kemarahanmu. Hanya pengertianmu yang bisa menghidupkan aku lagi.

Dear Seulanga, mungkin kamu belum dapat memahami makna sebenarnya dari kata-kata terakhirku di rumah kita dulu. Tentang Si Bintang dan Si Kumbang.

Dear Seulanga, aku tak mau berubah. Aku hanya ingin tetap menjadi Si Bintang bagimu. Bintang yang selalu memohonkan ampunan dan kemudahan bagimu dalam setiap munajatku padaNYA. Bintang yang selalu menyinarimu dari kejauhan dengan bait-bait sajak. Bintang yang selalu meneguk rindumu. Bintang yang selalu ada bagimu hingga aku kembali ke peraduanNYA. Ya, aku masih seperti dulu. Si Bintang yang belum berani menatap keelokan rupamu. Si Bintang yang takut berdekatan denganmu. Si Bintang yang juga takut kehilanganmu.

Dear Seulanga, aku takut jatuh dan berubah menjadi Si Kumbang bagimu. Kumbang yang mendekatimu karena terpikat oleh mahkota indahmu. Kumbang yang hanya menghisap madumu sebentar kemudian pergi. Kumbang yang berhenti menyapamu ketika malam menjelang. TIDAK, aku BUKAN dan tidak mau menjadi Si Kumbang.

Dear Seulanga, biarkan aku menjadi bintang yang menemani kesunyian malammu ketika kumbang pergi tanpa memperdulikan kesedihanmu.

Dear Seulanga, hingga detik ini, kamu masih si Cananga odorata bagiku. Walaupun kamu membenciku, memusuhiku, menikamku, membunuhku, mengabaikanku, meninggalkanku, tapi aku TIDAK akan pernah meninggalkanmu. Karena kamu adalah satu-satunya bunga yang selalu bersemi di taman hatiku.

Dear Seulanga, mungkin kamu menganggap kata-kata terakhirku di rumah kita dulu sebagai kata-kata perpisahan dariku. Kamu SALAH. Aku tidak pernah berniat meninggalkanmu. Aku hanya ingin menghadiahkan rumah itu untukmu supaya kamu bisa bebas mencurahkan isi hatimu disana. Karena aku sudah mempunyai rumah ini. Rumah tempat aku berbagi banyak kisah, bercerita tentang suka dan duka, merangkai kata-kata sebagai sebuah sajak. Rumah ini senantiasa menampung semua beban yang tak mungkin sanggup kupikul dalam pikiran. Rumah ini juga sebagai penyimpan lembaran-lembaran kenangan kefanaan hidupku.

Dear Seulanga, semuanya terserah sama kamu, mau menerima atau menolaknya. Aku hanya ingin kamu menjadikan rumah itu seperti rumah ini. Tempat kamu berdiam di dunia maya ini. Aku tidak memaksa. Mungkin juga kamu sudah memiliki rumah yang lain atau kamu tidak memerlukannya.

Dear Seulanga, aku sangat sedih ketika kamu juga ikut pergi dari rumah kita yang dulunya bermekaran kata-kata seindah taman Bungong Seulanga. Aku dapat memahaminya. Mungkin karena kamu belum mengerti, tapi aku yakin, suatu saat kamu akan mengerti makna kebersamaan kita.

Dear Seulanga, aku juga meninggalkan taman Facebook yang ramai. Selain karena benci dengan Si Pemiliknya, aku juga takut mataku terpikat oleh keelokan rupa bidadari-bidadari bumi yang memenuhi berandaku. Aku sangat takut jikalau mereka memudarkan cintaku kepadaNYA.

Dear Seulanga, “pacemaker_fbs@yahoo.com” dan “starlover90@gmail.com” menggantikan taman Facebook-ku sebagai tempat untuk bersilaturrahim dengan mereka-mereka yang aku sebut Seulanga, abang, adik, kakak, sahabat, guru….

Dear Seulanga, aku masih diliputi perasaan bersalah. Aku hanya mampu mengabadikan namamu dalam setiap munajatku supaya Allah meredakan amarahmu. Aku juga tetap mengabadikanmu dalam sajak-sajakku walaupun kamu mungkin telah mengubur namaku dalam bait-bait sajakmu.

Dear Seulanga, aku memohon ketulusan hatimu untuk memaafkanku. Sungguh aku tidak berniat untuk menyakitimu. Maafkan kata-kataku yang melukai perasaanmu. Maaf….

Allah Razi Olsun,
Wasallam

StarLover
(Ankara, 23072010, 23.37)

Untuk Sahabat

Untuk Sahabat

Untukmu di Seuramoe Mekah,

Met Ultah
Moga sisa umurmu berkah
Dg rahmat berlimpah
Dalam lindungan Allah

Moga senyummu merekah
Seperti mawar merah
Di musim semi nan cerah

Tegapkan langkah
Dalam beristiqamah
Di bumoe Allah….

Note : Terima kasih banyak, you wanted to hear my foolish love story that night……, I can’t forget your favor… Semoga Allah membalas kebaikanmu sahabat…